Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Prinsip Dasar Gross Split Pikat IAFMI

Prinsip Dasar Gross Split Pikat IAFMI

EKONOMI BISNIS redaksi25/11/2017 - 14:00 WIB

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memaparkan prinsip-prinsip dasar terkait kebijakan kontrak bagi hasil migas (Production Sharing Cost/PSC) Gross Split di hadapan para Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI).

Dengan adanya prinsip tersebut, gross split diyakini menjadi peluang bagi industri nasional penunjang migas di Indonesia.

“Tiga spirit gross split ini akan membawa industri migas lebih efektif dan efisien. Bukan ditujukan untuk industri dalam negeri agar tidak tumbuh. Bukan itu!” kata Arcandra saat berdiskusi dengan para CEO industri Migas di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (22/11) siang.

Ada tiga prinsip dasar, imbuh Arcandra, dalam penerapan skema gross split. Prinsip ini yang kemudian mampu mendorong perbaikan bisnis hulu migas di Indonesia ke arah yang lebih baik. Tiga prinsip tersebut, pertama kepastian (certainty), yaitu parameter pemberian insentif jelas dan terukur sesuai dengan karakter/tingkat kesulitan pengembangan lapangan.

Kedua, sederhana (simplicity), yaitu mendorong bisnis proses Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan SKK Migas lebih sederhana dan akuntabel. Dengan begitu, sistem pengadaan (procurement) tidak terlalu birokratis.

Terakhir, efiesien (efficiency), yaitu bisa menghadapi gejolak harga minyak dunia dari waktu ke waktu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum IAFMI Rudianto Rimbono menyatakan mekanisme gross split dapat membawa dampak baik industri penunjang migas terutama dari peluang atas penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Arcandra menceritakan kronologi lahirnya kebijakan baru tersebut dilatarbelakangi oleh penerimaan negara yang menyusut dibandingkan dengan biaya cost recovery yang dikeluarkan oleh negara.

“Dari tahun 1997-2014 penerimaan pemerintah lebih tinggi dari cost recovery, namun 2015 dan 2016 cost recovery lebih tinggi dari penerimaan Pemerintah,” sesal Arcandra.

Faktor lain yang jadi perhatian Arcandra atas munculnya gross split adalah Reserve Replacement Ratio/RRR atau Rasio antara Penemuan Cadangan dengan Tingkat Produksi Migas. RRR Indonesia kalah jauh dari Vietnam dengan RRR di atas 150%.

“Kita lebih banyak yang diproduksikan daripada menemukan cadangan. Indonesia hanya menang dari Thailand. Ini bagi bangsa kita, bagaimana reserve replacement ratio bisa diatas 100%?” terangnya.

Arcandra mengakui, sulitnya mengontrol harga minyak dunia jadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah. Akan tetapi, Pemerintah masih punya kendali dalam mengontrol biaya proses bisnis migas. “Yang kita bisa control adalah cost,” tegas Arcandra. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.