Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Film Unair Raih Penghargaan Internasional

Film Unair Raih Penghargaan Internasional

SENI BUDAYA redaksi28/11/2017 - 12:00 WIB

Di tengah kompetisi perguruan tinggi pada era global yang kian bersaing, Universitas Airlangga (Unair) mendapatkan penghargaan trofi perak untuk kategori video institusi paling kreatif tingkat internasional. Penghargaan itu disampaikan dalam event 13th QS-Apple Creative Awards 2017, di Taichung, Taiwan, 22 November 2017 lalu.

Video yang diproduksi Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair itu berjudul “Teaching Generation”. Mengambil scene di beberapa lokasi di Surabaya, film itu mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Apalagi, saat pemberian penghargaan, ada tiga Wakil Rektor serta beberapa pimpinan dan staf utusan kerjasama luar negeri kampus ini yang hadir di sana.

Suko Widodo selaku Ketua PIH tak menyangka film “Teaching Generation” bakal mendapat apresiasi tinggi hingga meraih penghargaan. Pasalnya, film diproduksi dalam rentan waktu yang cukup pendek. Pun, pesaing berasal dari berbagai negara, bukan hanya Indonesia.

“Pada awalnya tidak yakin menang. Karena kami buat dengan waktu yang relatif pendek. Kami juga harus riset untuk menggambarkan sejarah Unair dari masa ke masa,” ucap Suko. “Bersyukur, awards ini memicu kami untuk berkarya lebih baik. Ini pengakuan yang membanggakan,” imbuhnya.

Terinspirasi dari perjalanan panjang Unair “Teaching Generation” berkisah tentang perjalanan empat gerasi keluarga yang semuanya kuliah di kampus Airlangga. Keempat pemeran utamanya, Suroso, Sri, Jono, dan Selly, adalah keluarga dari empat generasi yang kuliah di fakultas berbeda di Unair.

Ialah Redo Nomadore, sutradara pembuat “Teaching Generation”, alumnus Prodi Hubungan Internasional FISIP Unair. Redo tak menyangka, karyanya mendapat sambutan yang positif.

“Project video heritage ini adalah salah satu project yang paling menantang yang pernah saya handle. Proses produksinya sangat seru dan kita banyak mengeksplorasi lokasi-lokasi bersejarah di Surabaya untuk mendapatkan set yang tepat,” ujar Redo.

Pada mulanya, Redo mendapat inspirasi dari perjalanan panjang Unair dalam memajukan pendidikan. Sejak tahun 1913, bermula dari cikal bakal Unair yang berada di Fakultas Kedokteran, kampus ini telah bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang terus berkembang sesuai tuntutan zaman.

Beberapa lokasi yang menjadi scene film antara lain rumah tua di Dinoyo; Jalan Gula, Surabaya Utara; Tugu Pahlawan dan sekitarnya; bilangan Jalan Rajawali; serta tentu, Kampus A Unair sebagai icon. Dalam mengekplorasi ide sebelum memproduksi sebuah film, riset menjadi hal wajib. Begitupula ketika Redo menggarap “Teaching Generation”.

“Kami coba sepresisi mungkin sampai riset seragam PETA, seragam tentara belanda zaman itu, seragam tentara jepang zaman itu, model radio zaman itu, style fashion di setiap zaman, dan banyak lagi,” ungkapnya.

Keempat tokoh dalam “Teaching Generation” dibantu belasan tokoh pemeran yang lain, bercerita dari empat zaman yang berbeda. Pertama, zaman penjajahan, yakni tahun 1924 ketika cikal bakal Unair masih berupa sekolah kedokteran NIAS.
Scene zaman kedua adalah tahun 1945, zaman ketika Indonesia merdeka. Ketiga, tahun 80’an, zaman ketika dari berbagai sumber, Unair sedang banyak melakukan pembangunan. Dan keempat, scene sekarang, tahun 2017.

Redo, yang sebelumnya banyak memproduksi film-film konseptual dan deskriptif itu, mengaku gembira, film buatannya meraih penghargaan video institusi paling kreatif dan mengalahkan video-video dari beragam perguruan tinggi.

Atas penghargaan yang telah diterima, ia mengucapkan banyak terimakasih kepada berbagai pihak yang turut serta dalam menyelesaikan film.

“Terimakasih banyak untuk Unair yang sudah memberi arahan dan memberi keleluasaan pada saya dan tim HINTERHOV untuk mengeksplorasi ide. Juga pada seluruh Tim PIH Unair yang telah banyak mendukung pada setiap prosesnya,” terang Redo. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.