Meski sudah bisa dioperasionalkan sejak November silam. Gubernur Jatim, Soekarwo berharap tol yang sudah selesai pengerjaannya sejak November itu bisa segera dioperasionalkan.
“Sekarang belum operasional. Tapi prediksi sebelum tanggal 25 Desember sudah bisa digunakan. Kalau peresmian jalan tol bisa dilakukan sebelum tanggal tersebut. Maka akan sangat membantu masyarakat yang menikmati libur Natal dan tahun baru,” ujar Pakde Karwo sapaan akrabnya Gubernur Jatim, Soekarwo di Surabaya, Senin (11/12).
Tol Surabaya-Mojokerto tampaknya masih belum bisa dilewati pengguna jalan. Pasalnya, hingga saat ini Presiden Joko Widodo belum melakukan peresmian jalan tol yang disebut-sebut bisa mengurangi kemacetan itu.
Semestinya, dijadwalkan 7 Desember lalu saat Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Blitar dan bisa mampir sejenak meresmikan Tol Surabaya-Mojokerto. Namun, karena kesibukannya rupanya Jokowi diwakili Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani pada acara Kirab Pemuda Nuantara 2017 di Blitar.
Kepala Dinas PU dan Bina Marga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi mengatakan, tol Sumo yang bakal diresmikan adalah seksi Ib, seksi II dan seksi III. Selesainya ketiga seksi ini, juga dibarengi dengan kelarnya exit pintu tol Legundi, Krian. Dimana pintu keluar ini sebelumnya sering dikeluhkan pengendara akibat terjebak kemacetan. Antrean panjang kendaraan terjadi ketika pengendara akan keluar tol.
“Seksi Ia kan sudah dioperasionalkan sebelumnya. Itu keseluruhan dari Waru sampai Legundi, Krian sudah selesai. Dalam arti gerbang Krian selesai. Kalau itu diresmikan tidak ada kendala. Panjangnya 15 km lebih,” katanya seperti dikutip Kominfo Jatim.
Sudah selesainya ketiga seksi ini, lanjut Gatot, maka tol Sumo yang sudah bisa dioperasionalkan sepanjang 70 km. Dari Surabaya hingga Jombang. “Itu sudah sangat luar biasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan pengoperasian tol ini menjadi pelengkap tol trans Jawa. Jalan tol tersebut diharapkan dapat memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan perekonomian Indonesia khususnya di Pulau Jawa. (ist)

