Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Gamelan, Rekatkan Hubungan Antar Bangsa

Gamelan, Rekatkan Hubungan Antar Bangsa

SENI BUDAYA redaksi20/12/2017 - 16:00 WIB

Salah satu acara diplomasi yang mempertontonkan gamelan adalah malam apresiasi budaya dengan tema ‘Bali, the sounds of sights of heaven’ di KBRI Wellington, Selandia Baru, pekan lalu.

Gamelan dianggap bisa menjadi perekat hubungan antar bangsa. Acara ini menampilkan group gamelan Taniwha Jaya dari Wellington dan penari dari Sanggar Mulyojoyo Surabaya.

Hadir sebagai tamu acara beberapa duta besar, anggota parlemen, komunitas seni dan budaya. Usai santap kudapan, Dubes Tantowi Yahya mengundang para tamu untuk masuk ke ruang pertunjukan dan langsung mendapat penjelasan tentang Indonesia, gamelan dan hubungan Indonesia – New Zealand yang tahun depan akan memasuki tahun ke 60.

Secara khusus Tantowi mengapresiasi kehadiran Maria Lubejk, anggota parlemen dari Partai Buruh yang keturunan Indonesia serta Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan yang kebetulan sedang berkunjung ke Wellington. Maria Lubejk adalah anggota Parlemen Selandia Baru pertama yang mempunyai hubungan darah dengan Indonesia.

Para undangan selama satu jam tak beranjak dari tempat duduk dengan suguhan kolaborasi yang begitu apik dan dinamis yang dimainkan oleh Taniwha Jaya, group gamelan dari Wellington yang semua pemainnya orang Selandia Baru dan tarian yang disuguhkan oleh Pergelaran 5 penari dari Sanggar Mulyo Joyo Jawa Timur.

Dubes Tantowi menyatakan kebanggaannya pada Taniwha Jaya yang selama ini telah menjadi duta budaya Indonesia. “Grup ini telah ratusan kali manggung di berbagai kota di Selandia Baru, serta telah empat kali berkunjung ke Indonesia dan tampil di Bali, Jogja, Surabaya dan Malang,” kata Tantowi.

Gamelan tiba di Selandia Baru tahun 1974 dan sejak 1975 diajarkan ke Mahasiswa School of Music, Victoria University of Wellington. Selain di Victoria, Gamelan juga dipelajari di Otago University, Dunedin.

Saat ini diperkirakan ada 8.000 orang Selandia Baru yang mahir memainkan gamelan. Dubes Tantowi mengucapkan terima kasih kepada Bank BPR Jatim, Bank UMKM Jatim dan Bank Jatim yang telah mengirim 5 penarinya ke Wellington.

“Saya senantiasa percaya diplomasi budaya adalah diplomasi yang sangat powerful. Ia sanggup menembus semua perbedaan dan peradaban yang ada. Melalui gamelan, kami akan mendapatkan banyak teman” jelas Dubes Tantowi.

Acara yang dikemas padat dan singkat ini adalah bagian dari upaya KBRI Wellington dalam memperkenalkan budaya dan kuliner Indonesia dalam rangka mempererat hubungan rakyat kedua negara. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.