Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Belajar Junjung Hukum dari Rama Bargawa

Belajar Junjung Hukum dari Rama Bargawa

SENI BUDAYA redaksi23/12/2017 - 12:00 WIB

Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta (UKJGS) Universitas Gadjah Mada sukses menggelar pertunjukkan kolaborasi wayang orang dan wayang kulit dengan lakon Rama Bargawa.

Pertunjukkan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Dies Natalis UGM ke-68 sekaligus ulang tahun UKJGS yang ke-49.

Setidaknya, 100 orang alumni dan anggota aktif UKJGS terlibat dalam pertunjukkan kali ini. Ratusan penonton menghadiri pertunjukkan kolaborasi wayang orang dan wayang kulit yang dilaksanakan akhir pekan lalu di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri, UGM.

Lakon Rama Bargawa sendiri menurut rilis Humas UGM, merupakan cerita yang berlatar belakang pada Kerajaan Maespati. Bercerita tentang seorang penegak hukum yang harus menghukum ibu kandungnya sendiri karena telah melakukan perbuatan zina dan melanggar hukum.

Bargawa dilanda kebimbangan saat mengetahui ibunya telah melakukan perbuatan melanggar hukum. Sebagai penegak hukum ia harus mematuhi hukum yang berlaku atau menyelamatkan ibunya.

Produser pertunjukkan kolaborasi wayang orang dan wayang kulit lakon Rama Bargawa, Faizal Noor Singgih, menjelaskan di situlah letak pergolakan batin yang dialami Bargawa antara patuh kepada hukum atau menyelamatkan ibunya dari hukuman.

Akhirnya, Bargawa pun memilih untuk menaati hukum yang berlaku dan menghukum ibunya. Menurut Faizal, pilihan dari Bargawa tersebut menjadi cerminan bahwa hukum harus ditaati semua orang dan semua sama di mata hukum.

Bargawa melambangkan bagaimana seorang penegak hukum melaksanakan tugasnya. Bargawa bertanggung jawab atas posisinya sebagai penegak hukum, meski mengalami pergolakan batin ia menjalankan hukum sesuai aturan yang berlaku

“Dari Bargawa kita belajar bertanggung jawab atas pilihan yang telah kita ambil dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Ketua UKJGS, Fajar Timur, mengungkapkan bahwa saat ini wayang orang dirasa mulai tersingkirkan. Di lain hal, pementasan wayang orang sendiri memang jarang diadakan.

Oleh sebab itu, UKJGS kembali menghadirkan pertunjukkan wayang orang dengan mengkolaborasikannya dengan wayang kulit. “Hasilnya cukup baik, banyak penonton dari kalangan muda yang menyaksikan pertunjukkan kolaborasi wayang orang dan wayang kulit ini,” ungkap Fajar.

Ia berharap dengan diadakannya pertunjukkan ini dapat membuat kalangan muda mengingat kembali pada kesenian wayang.

Tanggapan positif disampaikan Puspa Srigusti Ayu, mahasiswi Sekolah Vokasi UGM. Ia sangat mengapresiasi atas terselenggaranya pertunjukkan kolaborasi wayang orang dan wayang kulit ini.

Sementera itu, salah penonton lainnya, Febi Majesta, mengaku sangat senang dengan pertunjukkan yang disuguhkan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan rutin di tahun-tahun berikutnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.