Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Kekayaan Tradisi, Sumber Tiada Habis

Kekayaan Tradisi, Sumber Tiada Habis

SENI BUDAYA redaksi13/03/2018 - 13:00 WIB

Sebagai negara besar yang menaungi lebih dari 700 suku dimana masing-masing etnis memiliki kultur, budaya dan kesenian tradisi yang spesifik seharusnya menjadi lahan subur bagi pegiat film.

Menggali kekayaan tradisi sebagai sumber garapan menjanjikan para kreator Indonesia bisa memperoleh ruang kompetisi di kelas dunia.

Pemikiran tersebut akan disuguhkan pada para peserta seminar ‘Merayakan Seni Tradisi dalam Film Nasional’ di Hotel Garden Palace, jalan Yos Sudarso, dalam mewarnai Hari Film Nasional, akhir pekan lalu.

Malam harinya digelar pementasan ludruk di Gedung Kebudayaan Balai Pemuda Surabaya oleh Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara menyajikan lakon ‘Guruku Tersayang’, disutradarai oleh Meimura yang mengadaptasi naskah teater ‘Bui’ karya Akhudiat. Format pertunjukkannya, memadukan seni ludruk dengan media film.

Program perayaan Hari Film Nasional 2018 ini dibesut bareng-bareng antara Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara bersama Docnet (Documentary Networking), BanyuCindih Creative Banyuwangi serta Rumah Imaji Surabaya.

Sebagai ponsori adalah Pusat Pengembangan Perfilman Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sementara tempat pertunjukkan ludruk film difasilitasi oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Sebanyak 250 undangan diberikan pada komunitas film, mahasiswa dan siswa sekolah kejuruan. “Melalui momen ini kami ingin memberi referensi kreatif dan dinamis tentang perancangan dan pelaksanaan produksi film seni tradisi bagi komunitas dan pegiat film dokumenter Jawa Timur,” tutur narasumber Vicky Hendri Kurniawan menambahan bahwa seni tradisi merupakan sumber garapan film yang tiada habis.

Sebagai pegiat film, Vicky telah menandai prestasinya sebagai sutradara film dokumenter yang beberapa karyanya berhasil mengail penghargaan.

Satu diantaranya adalah film “Tledhek”, mendapat penghargaan khusus-penyutradaraan terbaik Denpasar Film Festival 2016 serta 5 Film Dokumenter Terbaik Apresiasi Film Indonesia 2016.

Pada acara yang dimoderatori Yuslifar ‘Ujang’ M Junus, juga menghadirkan narasumber lainnya, Heru Purwanto yang menggunakan nama popular, Heirosay.

Dari fotografer dia beralih ke sinematografi dan telah melahirkan banyak karya, diantaranya ‘The People of Ludruk’ (2016). Karyanya ‘Menunggu’ berhasil meraih sinematografi terbaik pada Festival Film Jawa Timur 2012.

Berdasar pengalamannya menggarap banyak film dokumenter berlatar seni tradisi, Heirosay akan menggugah paramuda untuk memproduksi film bertema seni tradisi. Di sisi seminar juga ditayangkan karya-karya film berbasis seni tradisi yang diolah filmmaker Jawa Timur. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.