Banjir tahunan yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Lamongan mengharuskan Kartika Hidayati turun tangan. Utamanya pada siswa Sekolah Dasar (SD) yang sekolahnya terendam banjir. Wakil Bupati Lamongan itu memberi perhatian penuh pada sejumlah titik. Diantaranya SD Negeri dan Madrasah Ketapangtelu yang ada di Kecamatan Karangbinangun.
Dua sekolah dasar yang bangunan sekolahannya berhadapan tersebut menjadi langganan banjir, mengingat lokasinya berada di dekat sungai Bengawan Jero. “Kami akan terus memperhatikan kelangsungan pendidikan agar tidak ketinggalan pelajaran dengan wilayah lain, dengan terus bersekolah,” kata Kartika Hidayati di tengah sidak banjir, Selasa (13/03).
Untuk mengantisipasi banjir mendatang, pemerintah akan melakukan peninggian jalan agar kedua bangunan sekolah tersebut tidak lagi tergenang air ketika musim penghujan tiba.
Kepada camat dan pamong setempat, Kartika meminta agar mereka melakukan koordinasi dengan Puskesmas guna mengalokasikan obat-obatan berlebih yang dibutuhkan. Tidak itu saja.
Kartika juga meminta para Ketua RT dan RW menjaga lingkungannya dari sampah. “Setiap rumah juga diminta membuat resapan parit. Enceng gondok juga harus dibersihkan dari sungai karena bisa menambah potensi banjir disini,” katanya.
Setidaknya terdapat 58 rumah terendam banjir di Desa Ketapangtelu dan 78 di Desa Sidobinangun. Banjir tahunan ini menurut mantan anggota DPRD Jatim, bisa dicarikan solusinya, yaitu melakukan peningggian jalan poros desa dan pelebaran saluran air.
Khusus yang terdampak banjir di sekolah dasar bisa diperbaiki / dibangun melalui APBD lewat Dinas Pendidikan Kabupaten. Sedangkan sekolah madrasah pendanaannya bisa melalui Kesmas. Tetapi juga bisa dilewatkan dana desa.
Puluhan siswa SDN Ketapangtelu tampak suka cita menyambut kehadiran Wakil Bupati yang ingin melihat langsung kondisi belajar mereka. Para siswa bersemangat menunjukkan titik-titik banjir di sekolahnya. (ita)

