Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Sumur Bor Bagi Pengungsi Sinabung

Sumur Bor Bagi Pengungsi Sinabung

PEMERINTAHAN redaksi23/03/2018 - 12:00 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengunjungi Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Jonan memberikan apresiasi atas peran para Pengamat Gunungapi yang tidak mengenal lelah untuk terus melaporkan aktivitas gunung api dan menyampaikan rekomendasinya ke masyarakat luas secara rutin.

Sebagaimana diketahui, Gunung Sinabung saat ini masih berstatus AWAS sejak ditetapkan 2 Juni 2015, setelah sempat beberapa kali sempat mengalami peningkatan dan penurunan status. Letusan pertama Gunung Sinabung terjadi pada 27 Agustus 2010.

Kegempaan Gunung Sinabung setelah letusan tanggal 19 Februari 2018 didominasi oleh gempa vulkanik dalam (VA) dan gempa vulkanik dangkal (VB), yang diinterpretasikan masih adanya fluida yang bergerak dari bawah Kawah Gunung Sinabung.

Saat ini Gunung Sinabung masih memiliki potensi erupsi bersifat eksplosif terbatas pada radius 5 kilometer. Selain itu, pertumbuhan kubah masih berlangsung di puncak, guguran lava pijar, dan awan panas ke arah Timur-Tenggara dan Selatan-Tenggara.

Aliran awan panas guguran masih mengancam ke arah selatan-tenggara sejauh kurang dari 7 km, sedangkan yang ke arah Timur-Tenggara sejauh 6 km dari puncak. Apabila musim hujan tiba, berpotensi terjadi lahar sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Sinabung.

Untuk menghindari bahaya erupsi Gunung Sinabung, masyarakat dan pengunjung/wisatawan diimbau agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, dan dalam jarak 4 km di sektor Utara-Timur Gunung Sinabung.

Selain mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Sinabung pada Selasa (20/3) itu, Menteri ESDM yang didampingi Kepala Badan Geologi dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga menyerahkan program Bantuan Sumur Bor Air Tanah dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya.

Bantuan diberikan untuk pengungsi terdampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo yang akan dibangun pada tahun 2018. Serah terima program bantuan disampaikan Menteri ESDM kepada Bupati Karo, Terkelin Brahmana.

PJU bertenaga surya akan dibangun pada 50 titik di jalan sekitar hunian tetap korban erupsi Gunung Sinabung. Pembangunan PJU ini akan berlangsung selama 7 bulan. Sementara sumur bor air tanah akan dibangun pada 4 lokasi, yakni Kecamatan Tiga Panah, Desa/Kelurahan Sukamaju, di Komplek Hunian Sementara (Huntara) GBKP dengan jumlah KK sebanyak 50 KK.

Lalu Kecamatan Simpang Empat, Desa/Kelurahan Ndokum Siroga, Dusun Balai Adat (Jambur) dengan jumlah KK sebanyak 400 KK; Kecamatan Simpang Empat, Desa/Kelurahan Surbakti, di Komplek Hunian Tetap 2 (Huntap) dengan jumlah KK sebanyak 227 KK; dan Kecamatan Simpang Empat, Desa/Kelurahan Nangbelawan, di Komplek Hunian Tetap 2 (Huntap) dengan jumlah KK sebanyak 343 KK. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.