Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
  • Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga
  • Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Pemimpin Harus Berikan Optimisme

Pemimpin Harus Berikan Optimisme

PEMERINTAHAN redaksi09/04/2018 - 09:00 WIB

Presiden Joko Widodo mengemukakan, Indonesia akan menjadi sebuah negara besar akan menjadi sebuah negara kuat ekonominya melalui ujian-ujian. Kepala Negara menegaskan bahwa tidak mungkin instan dan tidak mungkin enak-enak langsung jadi negara besar, negara kuat.

“Enggak ada rumusnya seperti itu. Jangan kita ini terbiasa senengnya instan, enggak ada, lupakan itu. Enggak mungkin kita tahu-tahu loncat menjadi negara besar, enggak ada. Pasti melalui tahapan-tahapan yang panjang dan melalui cobaan-cobaan, ujian-ujian yang tidak ringan,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan (GK) Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4) siang.

Menurut Presiden, kita memang harus tahan uji, tahan banting, harus kerja keras, harus berusaha. Ia menambahkan agar jangan malah berbicara pesimis, 2030 bubar.

“Pemimpin itu harus memberikan optimisme pada rakyatnya, pemimpin itu harus memberikan semangat pada rakyatnya meskipun tantangannya berat, walaupun tantangannya tidak gampang,” ujar Presiden.

Diakui Kepala Negara, mungkin ada yang banyak berbicara sekarang kita pahit. Namun menurut Kepala Negara tidak apa-apa pahit. “Memang mungkin kita susah, susah enggak apa-apa. Tapi kita melihat bahwa ada titik yang sangat terang yang kita tuju,” tutur Kepala Negara.

Untuk itu, lanjut Jokowi, kita tidak bisa bermanja-manja, tidak bisa kita bermalas-malasan untuk menjadi negara kuat. “Tidak ada,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan rasa syukurnya karena sekarang ini masyarakat juga makin matang, makin dewasa, mengerti mana yang isu, mana yang fitnah, mana yang hoax.

Kepala Negara mengingatkan, bahwa Bangsa Indonesia masih memiliki pekerjaan-pekerjaan besar yang harus diselesaikan satu per satu. Oleh sebab itu, ia menitipkan pesan kepada peserta Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018 untuk bersama-sama mengawasi kualitas pembangunan infrastruktur, dam pembagian kartu Indonesia sehat yang sekarang ini gratisnya mencapai 92 juta.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

26/07/2026 - 20:23 WIB

Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

26/07/2026 - 15:17 WIB

Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional

26/07/2026 - 01:11 WIB

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Comments are closed.

ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

26/07/2026 - 20:23 WIB

Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

26/07/2026 - 15:17 WIB

Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional

26/07/2026 - 01:11 WIB

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.