Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Sebulan Kuasai Lagu dan Tarian Banyuwangi

Sebulan Kuasai Lagu dan Tarian Banyuwangi

SENI BUDAYA redaksi05/05/2018 - 12:00 WIB

Mahasiswa asing program Bea Siswa Budaya Indonesia (BSBI) telah genap satu bulan berada di Banyuwangi. Beberapa tarian dan musik khas Banyuwangi serta kosakata bahasa Osing telah mereka kuasai berkat latihan tiap hari yang tak kenal lelah di bawah asuhan pemilik sanggar Sayu Gringsing, Subari Sofyan dan tim.

Seperti pemandangan yang terlihat Selasa (1/4) lalu di gedung Wisma Atlet di Kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Tawangalun Banyuwangi. Mereka berlatih dengan semangat, lengkap dengan pakaian adat Banyuwangi yang mereka kenakan. Mereka pun tampak nyaman dan tidak canggung sama sekali meski harus melakukan gerakan-gerakan yang lincah.

Di tangan mereka terdapat beberapa alat musik seperti saron, angklung, gamelan, slentem, patrol, jidor, gong dan terbang. Sejumlah alat musik asli Banyuwangi itu dimainkan secara bergantian dengan rancak sebagai musik pengiring tarian dan lagu yang mereka bawakan. Mulai dari Padang Ulan, Impen-impenen, hingga lagu dangdut Jaran Goyang.

Mereka juga mengkombinasikannya dengan official song piala dunia tahun 1998 berjudul La Copa de La Vida yang dipopulerkan oleh Ricky Martin, hanya saja liriknya mereka ubah.

Para mahasiswa ini memiliki keahlian masing-masing. Ada yang mahir di bidang musik. Junior Toffi dari Benin, Afrika yang pandai memainkan saxophone, diberi kesempatan mengiringi kawannya yang menyanyikan lagu Impen-impenen.

Sementara peserta yang lain yang awalnya tidak bisa, karena terus belajar, akhirnya menjadi pandai. Arzu Muradova salah satunya. Mahasiswa asal Azerbaijan ini yang semula tak tahu sama sekali bagaimana cara memainkan gamelan, kini sudah terlihat mahir. Arzu tampak menikmati setiap ketukan yang ia pukulkan pada tiap-tiap bilah pada gamelan.

“Saya senang bisa belajar gamelan dan alat musik lainnya di sini. Di sini budayanya menarik sekali dan sangat berbeda dengan di Eropa. Pokoknya pulang dari sini saya mau promosikan budaya Banyuwangi di negara saya,” kata Arzu yang juga jago menarikan tari Gandrung dan Sunar Udara ini.

Selain Arzu, rekannya yang lain seperti Custodio Dos Santos e Silva. Mahasiswa asal Timor Leste yang akrab disapa Enato ini juga asyik dengan angklungnya. Bahkan di sela rehat latihannya, Enato main angklung sendiri sambil menyanyikan lagu Impen-Impenen. Enato merupakan satu di antara peserta yang kemampuannya dalam berbahasa Osing paling bagus.

Melihat progress anak didiknya, Subari Sofyan mengaku sangat senang. “Pencapaian mereka semua ini karena mereka tekun berlatih. Semua memulai dari nol. Saya sangat bangga dengan mereka,” kata Subari.

Anak didiknya ini, ujar Subari, setiap harinya memulai kegiatan belajarnya sejak jam 9 – 11 dengan pelajaran musik. Dilanjutkan dengan pelajaran tari dan bahasa Osing yang diselang-seling dengan bahasa Indonesia.

Malam hari adalah jam bebas. Namun bagi mereka yang masih merasa ada kekurangan di satu bidang, dipersilahkan untuk memanggil gurunya dan belajar secara privat.

Subari menjelaskan, apa yang mereka pelajari dari budaya Banyuwangi ini, nantinya akan ditampilkan dalam ajang Indonesia Channel (Inchan) di Jakarta pada Juli mendatang. Di ajang tersebut mereka akan menampilkan yang terbaik, berkompetisi dengan mahasiswa BSBI lainnya yang ditempatkan di beberapa kota lain di Indonesia, seperti Yogyakarta, Padang, Kutai Kartanegara, Bali dan Makassar. “Saya optimis mereka akan menjadi yang terbaik,” ujar Subari.

BSBI sendiri merupakan program beasiswa tahunan pemerintah Indonesia yang menjaring mahasiswa berpotensi dari seluruh dunia untuk diberi kesempatan mempelajari budaya Indonesia. Mahasiswa yang ditempatkan di Banyuwangi sebanyak 12 orang.
Mereka antara lain berasal dari Azerbaijan, Timor Leste, Bulgaria, Kamboja, Fiji, Benin, India, Singapura, Thailand, Jepang, Brunei Darussalam, dan Indonesia. Mereka dijadwalkan belajar budaya Banyuwangi selama 3 bulan. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.