Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Ekohidrologi Solusi Masalah Air Bersih

Ekohidrologi Solusi Masalah Air Bersih

KESEHATAN redaksi19/06/2018 - 14:00 WIB

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa, Indonesia berkontribusi atas 21 persen dari total keseluruhan air bersih di Asia Pasifik.

“Meskipun demikian kenyataanya masih ada masyarakat kita yang kekurangan air bersih,” ungkap peneliti Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ignasius Dwi Atmana Sutapa di kegiatan Media Briefing “Pola Hidup Bersih: Aplikasi Ekohidrologi untuk Ketersediaan Air Bersih yang Berkelanjutan di Indonesia” di Jakarta.

Ignasius menjelaskan, jumlah air di bumi tetap sama namun jumlah pertumbuhan manusia yang terus meningkat menyebabkan jumlah air bersih yang bisa dikonsumsi semakin menurun. “Untuk mempertahankan kuantitas air agar tidak menurun bisa digunakan metode ekohidrologi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kosep ekohidrologi menyatukan berbagai aspek diantaranya hidrologi, ekologi, ekoteknologi, dan budaya. “Tujuan penyatuan dalam berbagai aspek di konsep ekohidrologi yakni untuk memberikan kualitas sumber daya air yang terbaik untuk masyarakat,” terangnya.

Secara spesifik Ignasius menjelaskan, komponen dalam ekohidrologi memiliki perannya masing-masing. “Prinsip ekologi adalah peningkatan kapasitas penyerapan dari ekosistem. Sedangkan, prinsip hidrologi menjadi kerangka kerja untuk proses kuantifikasi massa air,” terangnya.

Sementara prinsip ekoteknologi, lanjut Ignasius, terkait penggunaan properti ekosistem yakni sebagai alat tata kelola manajemen air. “Lalu prinsip budaya adalah untuk meningkatkan hubungan yang dinamis antara sistem hidrologi, sosial, dan ekologi,” jelasnya.

Herry Yogaswara dari Pusat Penelitian Kependudukan LIPI mengatakan, masyarakat sebetulnya mampu menciptakan sumber air bersihnya sendiri.

“Salah satu bentuk insiatif masyarakat desa yakni membuat penampungan air sebagai bentuk gotong royong pedesaan. Keberadaan bak penampungan air mencerminkan masih kuatnya semangat gotong royong dan proses mengatur pengelolaan air bersih yang dilakukan masyarakat,” terangnya.

Dipaparkan, diperlukan kerjasama dan respon positif dari pemerintah daerah untuk bersama-sama mengelola inisiatif masyarakat untuk menjaga air bersih.

“Sangat diperlukan edukasi ke masyarakat agar mendorong mereka semakin berinisiatif menciptakan tata kelola air bersih yang baik seperti mengelola hutan desa untuk menjaga jumlah air bersih di tanah, membuat lubuk ikan di sumber mata air, dan melalui bak penampungan air di pedesaan,” ungkapnya.

Sementara peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Rachmat Fajar Lubis mengatakan, edukasi terkait pentingnya air bersih sangat diperlukan untuk diajarkan sedari dini. “Sebagai contoh Asia Pacific Centre for Eco-Hydrology telah berupaya mengajarkan pada pentingnya menjaga sumber daya air dan pemahaman untuk menggunakan air secara bijaksana kepada pelajar,” ungkapnya.

Rachmat menjelaskan, menjelang musim kemarau pada puncaknya di bulan agustus- September mendatang, seharusnya mulai dibuat skenario pemerintah untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

“Salah satu upaya bisa dengan semakin gencar mengedukasi masyarakat untuk mulai membuat sistem pengelolaan air yang tepat dan untuk petani sebaiknya diajarkan bagaimana membuat sistem imbuhan air bawah tanah agar tidak terlalu mempengaruhi kondisi pangan nasional,” pungkasnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.