Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Pare, Si Pahit yang Bermanfaat

Pare, Si Pahit yang Bermanfaat

KESEHATAN redaksi09/08/2018 - 12:00 WIB

Pare merupakan anggota suku labu-labuan atau Cucurbitaceae yang biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan pengobatan.

Salah satu manfaat buah pare adalah dan membantu menurunkan kadar gula darah dan mendukung kerja obat sintetik berbahan aktif metformin dan pioglitazone.

Dua mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Felicia Tjokroaminjaya dan Adytya Dewanti terinspirasi untuk mengkreasikan pare menjadi bahan olahan yang nikmat yaitu fruit pulp pare.

Inspirasi terbesar mereka datang dari melimpah ruahnya buah pare yang berpotensi sebagai antidiabetes.

Berkat dorongan dari dosen pembimbing yaitu Farida Lanawati Darsono MSc dan Drs Didik Hasmono MS Apt, Felicia dan Adytya mendapat ide untuk mempelajari pengaruh buah pare terhadap obat sintetik pioglitazone dan metformin.

Jenis-jenis buah pare di masyarakat terdiri dari banyak varietas seperti pare belut, pare putih dan salah satunya yaitu pare hijau varietas pare ayam yang paling berpotensi sebagai antidiabetes karena mengandung zat aktif karantin dengan kadar yang paling tinggi.

Proses yang dilakukan yaitu mengubah buah pare ayam tersebut menjadi bentuk minuman yang berkhasiat sebagai antidiabetes yaitu bentuk fruit pulp tanpa mengurangi efektivitasnya sebagai anti diabetes.

Melalui penelitian, Adytya dan Felicia berhasil membuktikan bahwa dengan mengkonsumsi fruit pulp buah pare ternyata terbukti mampu menurunkan kadar gula darah, sehingga bisa mengurangi frekuensi/ dosis pemberian obat anti diabetes.

“Hal yang perlu diingat adalah konsumsi fruit pulp buah pare ini tidak lantas menghentikan konsumsi obat sintetik. Obat-obatan sintetik tetap perlu diminum, dan konsumsi fruit pulp pare ini haruslah disesuaikan dengan kadar gula darah penderita diabetes tersebut,” ujar Farida selaku pembimbing.

“Apabila kadar gula darah sudah turun, maka frekuensi/ dosis fruit pulp pare juga bisa dikurangi. Oleh sebab itu harus disertai dengan cek gula darah rutin dan konsultasi ke dokter.”

Metode dalam penyiapan fruit pulp pare cukup mudah. Pertama pare hijau varietas ayam yang dipilih adalah pare muda dengan umur kurang lebih 15-20 hari dari munculnya bakal buah di pohon.

Ukuran yang dipilih se-hasta orang dewasa dan warnanya harus hijau, jangan sampai memilih yang sudah kuning atau kecokelatan apalagi bijinya merah.

Pare muda kemudian dicuci dengan air mengalir sampai bersih serta dihilangkan bagian gabusnya sehingga hanya tersisa daging buahnya saja. Selanjutnya daging buah pare dipotong kecil kemudian diblender hingga menjadi fruit pulp. Voila! Jadilah fruit pulp pare yang segar dan bisa segera dikonsumsi.

Terkait jumlah buah pare dalam bentuk fruit pulp yang akan dikonsumsi, perlu menyesuaikan dengan kondisi kadar gula penderita diabetes.

Bila kadar gula dalam darah penderita termasuk tinggi; maka bisa mengonsumsi setengah dari buah pare yang sudah dipilih sesuai kriteria yang telah disebut sebelumnya dan diminum setiap hari.

Sedangkan bila kadar gula darahnya tidak terlalu tinggi, cukup menggunakan seperempat buah saja dan tidak perlu dikonsumsi setiap hari.

Adytya juga membagikan tips pengkonsumsian buah pare yang dikombinasi dengan obat sintetik. Fruit pulp pare dikonsumsi bersamaan dengan obat sintetik, dengan urutan fruit pulp pare yang diminum terlebih dahulu.

“Fruit pulp diberikan cukup satu kali dalam sehari meskipun frekuensi minum obat sintetik bisa lebih dari satu kali. Dosis dan frekuensi meminum fruit pulp pare bisa dikurangi bila kadar gula darah sudah menurun,” tutur Adytya.

Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang berhasil membuktikan bahwa fruit pulp buah pare bisa mengoptimalkan kinerja obat sintetik untuk menurunkan gula darah. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.