Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»RS Terapung Unair Bantu Persalinan

RS Terapung Unair Bantu Persalinan

KESEHATAN redaksi28/08/2018 - 15:00 WIB

Untuk pertama kali sejak beroperasi pada Sabtu, 11 Agustus 2018, Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga membantu persalinan pasien terdampak gempa di Lombok Utara. Bayi laki-laki lahir pada 16 Agustus 2018 dan diberi nama Airlangga Gempa Putra.

Dihubungi via telepon pada Jumat (24/8), dr Khanisyah Erza Gumilar, SpOG koordinator dokter yang menangani persalinan bayi mengatakan bahwa meski berada di rumah sakit darurat, proses persalinan berjalan dengan lancar. Proses persalinan bayi Airlangga dibantu satu orang bidan dan dua orang perawat.

Sejak berlabuh di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, RS Terapung Ksatria Airlangga menanganin puluhan pasien tiap harinya. Tentu, dari pekan ke pekan, pasien yang datang dengan keluhan beragam.

Di pekan pertama misalnya, sebagian besar pasien yang datang memiliki keluhan cedera anggota tubuh hingga patah tulang. Dalam situasi ini, dokter yang lebih banyak dibutuhkan adalah dokter ortopedi dan bedah.

Sementara di pekan kedua dan seterusnya, karena intensitas gempa yang mulai berkurang, pasien yang datang mulai beragam. Seperti kehamilan, pernafasan, pencernaan, anak-anak, kulit, dan pasca-operasi di pekan sebelumnya.

“Dalam hal ini, potensi trauma kejiwaan pada pengungsi perlu mendapat perhatian. Di saat inilah bantuan psikolog bisa digunakan,” papar dokter Erza, seperti dilaporkan Humas Unair.

“Pasien cukup banyak. Sehari saja, SpOG (spesialis kebidanan dan kandungan, Red) bisa mencapai 20 pasien,” terang dokter Erza.

Ada banyak dokter relawan dari alumni Unair yang bertugas di sana. Mulai dokter yang baru lulus dan terpanggil hatinya untuk jadi relawan, dokter spesialis bedah, spesialis ortopedi, anestesi, SpOG. Selain itu, juga ada relawan lain dari Unair yaitu dari kalangan wanala dan mahasiswa tanggap bencana (MAHAGANA).

RS Terapung Ksatria Airlangga memang tidak bisa diharapkan memiliki layanan sempurna seperti rumah sakit pada umumnya. Namun, segala obat dan kelengkapan peralatan medis sebisa mungkin dipenuhi.

Terkait hal ini, dokter Erza berterimakasih kepada seluruh donatur yang memberikan bantuan peralatan yang belum tersedia. Seiring berjalannya waktu, pelayananpun semakin memadai.

Atas pelayanan yang diberikan, dokter Erza berharap bahwa RS terapung seperti yang dikelola oleh ikatan alumni Unair ini tidak hanya ada di Unair saja, melainkan perguruan tinggi dan instansi pendidikan lain.

Pelayananpun diharapkan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil. Misalnya, daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau menggunakan pesawat. “Program seperti ini harus berjalan berkesinambungan,” papar dokter Erza.

Karena bersifat relawan, dokter yang bertugas di Lombok Utara tidak menetap. Tiap satu pekan, ada pergantian dokter relawan. Hal ini juga untuk mencegah relawan dokter yang kelelahan saat bertugas. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.