Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»CANGKIR KOPI»Bersatunya Kopi – Labu Dalam Selai

Bersatunya Kopi – Labu Dalam Selai

CANGKIR KOPI redaksi29/09/2018 - 13:30 WIB

Masyarakat Indonesia tidak lepas dari budaya mengkonsumsi kopi dalam keseharian. Beberapa orang menjadikan kopi sebagai bagian dari menu rutin sarapan.

Mengkonsumsi kopi selama ini umumnya terbatas dengan diseduh menggunakan air panas dalam sebuah cangkir, atau permen, serta varian rasa dalam kue.

Sama halnya dengan labu yang olahannya terbatas, yakni hanya dijadikan bahan masakan sayuran, padahal labu memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh.

Saat ini perkembangan zaman dan teknologi yang begitu pesat menjadikan segala hal serba instan, termasuk olahan pangan.

Melihat hal ini, dibawah bimbingan Ir Thomas Indarto Putut Suseno MP, empat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Pangan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FTP UKWMS) pun berinovasi menggunakan bahan baku kopi dan labu untuk membuat selai.

Mereka adalah Jane Nathania, Carolina Hendrianto, Alvina Handoyo dan Lovina Aprilia Sugianto. Keempatnya membuat selai kopi menggunakan beberapa jenis labu, diantaranya menggunakan labu siam; labu air; labu kuning; dan labu kabocha.

“Sekarang zamannya instan, ternyata cukup banyak orang yang tidak memiliki waktu untuk menyeduh dan menyeruput secangkir kopi untuk sarapan. Sehingga kita menghadirkannya dalam bentuk selai, praktis karena mengenyangkan sekaligus membuat melek. Selain itu nilai gizi dari selai juga meningkat, karena labu kaya akan vitamin A, karbohidrat dan lainnya,” ucap Alvina.

Masing-masing menggunakan labu yang berbeda, Jane menggunakan labu siam; Carolina menggunakan labu air; lalu Alvina menggunakan labu kuning; serta Lovina menggunakan labu kabocha.

Metode pengolahannya relatif mudah, pertama-tama dipilih labu yang secara kasat mata tidak ada kerusakan. Selanjutnya labu perlu dicuci bersih dengan air mengalir dan dipotong menjadi ukuran yang kecil sehingga memudahkan proses pengukusan. Potongan labu tersebut lantas dikukus selama kurang lebih 15 menit agar menjadi lunak.

Langkah berikutnya labu kukus dihaluskan dan dicampur dengan bahan-bahan lainnya termasuk kopi. Kemudian dilakukan pemasakan selama 10 menit hingga didapatkan selai yang kental.

Terakhir, selai kopi dimasukkan ke dalam stoples kemasan yang sebelumnya sudah dicuci bersih dan direbus dalam air mendidih.

“Semua labu yang kami gunakan tumbuh lokal di Indonesia sedangkan untuk kopi yang kami gunakan adalah kopi lokal jenis robusta dalam bentuk bubuk instan maupun kopi bubuk biasa,” terang Jane.

Menggabungkan kopi dan labu menjadi sebuah selai dibutuhkan teknik tersendiri, sehingga didapatkan wujud selai yang diinginkan. Berdasarkan bahan baku labu yang dipilih maupun bahan campuran yang digunakan, bahkan rasa yang dihasilkan juga akan berbeda-beda.

“Karakteristik masing-masing labu berbeda, baik dari segi ketinggian kadar air maupun pH-nya. Untuk rasa yang dihasilkan dari keempat selai ada manis, segar, creamy dan ada yang kuat rasa kopinya. Setiap varian produk ini juga sudah kami uji coba masing-masing ke 120 panelis untuk mengetahui apakah selai ini bisa diterima di pasaran atau tidak, bahkan semuanya punya kesukaan tersendiri,” tutur Lovina.

Produk dengan nama Konvyt yang mereka hasilkan selain unik juga relatif sehat karena menggunakan bahan alami, kaya serat, mengandung vitamin serta tidak mengandung bahan kimia pengawet.

Mereka juga telah membuktikan bahwa selai yang mereka buat dapat bertahan selama dua bulan jika disimpan di lemari pendingin dan sekitar seminggu di suhu ruangan.

“Kami ingin agar Konvyt suatu saat dapat diproduksi massal agar bisa dinikmati masyarakat luas, tapi masih harus diteliti lebih lanjut termasuk mengurus paten,” ungkap Carolina. (sak)

Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Pangan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FTP UKWMS) kopi Labu warkop
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.