Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Hujan Deras, Jokowi Temui Petani Lampung

Hujan Deras, Jokowi Temui Petani Lampung

PEMERINTAHAN redaksi26/11/2018 - 12:30 WIB

Di tengah hujan deras yang mengguyur lokasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Iriana menghadiri acara Temu Petani Lampung di Pringsewu, Lampung, Sabtu (24/11) sore mulai pukul 16.30 WIB.

“Tabik Pun…Tabik Pun…Tabik Pun. Bahasa Lampung yang saya bisa cuma Tabik Pun. Ini pun baru belajar tadi pagi,” ujar Presiden awali sambutan.

“Saya sangat bahagia, saya sangat senang sekali bisa hadir sore hari ini di tengah-tengah sawah yang hijau. Ya meskipun ada yang belum ditanami tapi ini di sawah kan,” ujar Kepala Negara.

Kebahagiaan tersebut, menurut Presiden, karena dirinya adalah orang desa, wong ndeso. “Jadi dalam kehidupan sehari-hari ya seperti yang mungkin Bapak/Ibu rasakan sekarang,” tambahnya.

Hanya, lanjut Presiden, perbedaannya kalau dulu, bajak sawah pakai garu, sekarang pakai traktor. “Tadi waktu menuju ke sini ada yang bisikin ke saya, “Pak awas Pak becek, Pak”, “Pak awas Pak becek, Pak”, ya saya biasa, saya wong ndeso. Biasa. Biasa sekali,” jelas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia negara besar yang memiliki tantangannya serta masalah-masalah kompleks dan juga besar.

Terkait masalah pertanian yang dihadapi, Presiden menyampaikan utamanya adalah air. Hal itu, sambung Presiden, bukan saja di Lampung, juga NTT, NTB, dan di provinsi yang lain.

“Kenapa air? Padahal kita ini hujan sering sekali, hujan banyak. Tapi memang waduk kita ini kurang, bendungan kita ini sangat kurang sekali. Coba dibandingkan, bandingkan,” tambah Presiden.

Sampai tahun 2014, lanjut Presiden, waduk/bendungan yang dimiliki itu 231 bendungan dan waduk di seluruh Indonesia.

“Di China, di Tiongkok itu memiliki 110.000 waduk dan bendungan, kita hanya 231. Di India, India memiliki 1.500 waduk, kita 231, tok. Di Amerika, di Amerika punya 6.100,” ujarnya seraya menambahkan di Jepang memiliki kurang lebih 3.000 bendungan dan waduk.

Inilah, menurut Presiden, pekerjaan besarnya bagaimana menyediakan air untuk para petani, untuk irigasi, dan untuk sawah-sawah.

“Tanpa itu lupakan yang namanya ketahanan pangan. Kita harus sadar itu. Waduk kita kurang, bendungan kita kurang,” sambung Presiden seraya menyampaikan kalau sudah ada waduk maka irigasinya harus disiapkan.

Pekerjaan besar ini, sambung Presiden, biasanya setahun biasanya tanam padi hanya panen misalnya sekali, bisa panen 2 kali, kemudian biasanya panen 2 kali, bisa panen 3 kali. Ia menambahkan itu kalau airnya cukup sehingga jadi tantangan besar.

“Oleh sebab itu sekarang kita bangun memang baru 49 plus 16, berarti 65 waduk yang kita kerjakan di seluruh tanah air. Sangat kurang, sangat kurang sekali,” tambah Presiden.

Oleh sebab itu, Presiden sangat menghargai upaya membangun embung-embung kecil di desa-desa, di daerah-daerah dibangun embung juga sangat membantu.

Total dana desa yang telah digelontorkan, lanjut Presiden, sebesar 187 triliun untuk membangun jalan desa, posyandu, PAUD, pasar desa, jembatan, irigasi, embung, air bersih, BUMDes di desa-desa.

Menurut Presiden, dirinya telah menyampaikan kepada kepala desa untuk berhati-hati dalam menggunakan dana desa karena telinga Presiden ada di mana-mana.

“Dana desa yang masuk ke satu desa ada 1 miliar lebih dan itu uang yang gede banget itu harus jadi barang. Jadi jalan desa silakan, jadi irigasi silakan, jadi embung silakan,” ujar Presiden.

Saat dialog dengan petani, Presiden mendengar permintaan agar ketersediaan pupuk tidak langka.

Kepala Negara menyampaikan bahwa dirinya fokus mengurusi olahraga, Asian Games, politik dalam dan luar negeri sehingga untuk urusan pertanian tentu lebih baik para petani.

Di akhir sambutan, Presiden mengajak kepada semuanya baik gubernur, baik bupati, perangkat desa, semuanya serta masyarakat untuk bekerja keras bersama-sama.

“Tanpa kerja keras negara ini tidak akan maju. Kita harus percaya itu. Dengan kerja keras negara ini akan maju,” ujar Presiden.

Semua tidak mau, tambah Presiden, negara Indonesia ditinggal dari negara-negara lain. Untuk itu, sambung Presiden, Indonesia bisa lebih baik dari negara-negara lain, serta lebih maju dari negara lain. “Tapi kuncinya semua, masyarakat, birokrasi kita, pemerintah semuanya bekerja keras,” pungkas Presiden.

Sebagai informasi, dilaksanakan pula Penandatanganan perjanjian kerja sama Perum Bulog dengan Koperasi Petani Indonesia dan Gerakan Petani Indonesia. Turut hadir pada acara kali ini Seskab Pramono Anung dan Gubernur Lampung Fido Ricardo. (sak)

Joko Widodo Jokowi Petani Lampung
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.