Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»UGM – Korsel Kenalkan Mesin Panen

UGM – Korsel Kenalkan Mesin Panen

TEKNOLOGI redaksi06/12/2018 - 16:00 WIB

Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (DTPB FTP UGM) kembali mengenalkan alat mesin pertanian modern pada para petani. Kali ini sosialisasi dilakukan pada petani di Desa Palur, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM Prof Dr Bambang Purwantana MAgr mengatakan peralatan yang dikenalkan dan didemokan kepada petani di Madiun ini merupakan alat mesin pertanian produk Korea Selatan yakni AGM S&E yang berafiliasi dengan Seoul National University (SNU) Korea dan Daedong Co yang selama dua tahun terakhir bekerja sama dengan institusinya.

“Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengintroduksi beberapa alat mesin pertanian yakni traktor dan alat pemanen padi (rice combine harvester) dalam upaya memberikan alternatif pilihan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertnaian dan kesejahteraan petani,” paparnya disela-sela demo alat mesin pertanian, akhir pekan lalu di Madiun.

Sosilalisasi dan demo alat mesin pertanian ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat DTPB UGM bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan perikanan Kabupaten Madiun.

Dalam kegiatan pengenalan alat mesin pertanian secara umum dan pengenalan traktor serta rice combine harvester ini dihadiri sekitar 130 petani di Kecamatan Kebonsari.

Turut hadir dalam acara demo, Prof Kyeong Uk Kim peneliti utama dari AGM S&E dan Seoul National University dan Mr In-Cheol Yeo dari Daedong Co.

Bambang menyampaikan mesin pemanen padi yang didemokan merupakan jenis Combine Harvester Kioti. Merupakan mesin pemanen padi kombinasi bertipe full feeding berdaya 73HP dengan lebar media potong sepanjang dua meter.

“Mesin ini dapat meningkatkan efektivitas kerja saat memanen padi. Mulai memotong, merontokkan, memisahkan dan membersihkan hingga pengarungan padi,” jelasnya.

Peralatan lain yang turut diperkenalkan adalah traktor sedang Kioti DK45 berdaya 45 HP untuk budidaya padi sawah. Selanjutnya, Kioti RX72 dengan daya 72 HP untuk budidaya tanaman tebu.

Dia berharap melalui sosialisasi dan demo alat mesin pertanian tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Tak hanya itu, penggunaan alat mesin pertanian modern itu kedepan diharapkan mampu memberikan keuntungan bagi petani serta menarik minat generasi muda untuk terjun dalam bidang pertanian.

Kasi Sarana, Prasarana, Alat, dan Mesin Pertanian, Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Isna Handayani menyambut baik kegiatan sosialisasi dan demo alat mesin pertanian dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem UGM bekerja sama dengan pihak Korsel tersebut.

“Kegiatan ini bisa memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan baru bagi petani Kabupaten Madiun demi kemajuan teknologi pertanian setempat,” tutur Isna. “Kegiatan ini bisa memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan baru bagi petani Kabupaten Madiun demi kemajuan tekologi pertanian setempat,” imbuhnya.

Adapun, Kabupaten Madiun menjadi lokasi pertama di Jawa Timur yang dipilih Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem dari UGM sebagai tempat pengenalan dan demo alat mesin pertanian dari Korea tersebut. Sebelumnya sosialisasi telah dilakukan di wilayah Prambanan, Bantul, dan Kulonprogo. (ist)

Daedong Co Korea Mesin Panen Mesin Pertanian Seoul National University (SNU) UGM
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Aktor Lee Sang Bo Meninggal Dunia, Industri Hiburan Korea Berduka

29/03/2026 - 07:12 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.