Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Wayang, Salah Satu Identitas Kesukuan

Wayang, Salah Satu Identitas Kesukuan

SENI BUDAYA redaksi20/12/2018 - 16:00 WIB

Usulan agar tanggal 7 November ditetapkan sebagai Hari Wayang Nasional disetujui Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres). Wayang kulit satu dari beberapa jenis wayang yang paling umum dan menonjol diantara lainnya.

Wayang kulit bukan hanya berkembang di Jawa. Keberadaannya diakui sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga.

Seni pertunjukan tradisional wayang kulit identik dengan budaya Jawa. Wayang kulit memang berkembang luas di wilayah Jawa, tepatnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kata wayang sendiri diketahui berasal dari ‘Ma Hyang’ yang berarti menuju kepada roh spiritual, para dewa, atau sang kuasa. Kendati begitu, ada pula yang mengatakan bahwa wayang berasal dari teknik pertunjukan yang mengandalkan bayangan pada layar.

Wayang kulit terbuat dari lembaran kulit kerbau yang telah dikeringkan. Sedangkan bagian siku terbuat dari tanduk kerbau yang disambung menggunakan sekrup supaya gerakan wayang terlihat lebih dinamis. Cerita yang populer diceritakan dalang di pertunjukan wayang kulit adalah Mahabrata atau Ramayana.

Wayang kulit adalah warisan budaya yang bernilai tinggi, karena merupakan sebuah seni kriya, dan penggabungan dari sastra, seni musik, sampai seni rupa.

Bukan hanya terkenal di Indonesia, wayang kulit sudah dikenal di mata dunia yang dibawa oleh pedalang terkenal Ki Purbo Asmoro. Berkatnya, kini wayang kulit mulai populer di beberapa negara Asia hingga Eropa, di antaranya Perancis, Yunani, Jepang, Inggris, Austria, Thailand, Singapura, Bolivia, dan Amerika.

Keberadaan wayang kulit diakui UNESCO sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga.

Pertunjukan wayang kulit biasa dimainkan oleh seorang dalang di balik kain putih atau kelir yang disorot lampu listrik sehingga menghasilkan bayangan pergerakan wayang.

Dalang juga bertugas sebagai narator dari dialog dalam tokoh-tokoh perwayangan. Biasanya, orang yang menjadi dalang di zaman dahulu adalah orang yang terpandang, berilmu, dan juga santun. Pekerjaan sebagai pendalang pun digadang-gadang sebagai sesuatu yang luhur.

Diiringi musik gamelan yang khas oleh sekelompok nayaga, juga tembang yang dinyanyikan sinden–mayoritas perempuan–, wayang hampir selalu sukses membuat penontonnya terhanyut.

Pertunjukan kesenian wayang kulit juga tidak terlepas dari magis, sehingga sesaji atau sesajen wajib ada dalam setiap pertunjukannya. Sesaji biasanya berupa ayam kampung bersama nasi tumpeng, kopi, buah, beserta hasil bumi lainnya. Satu lagi yang tidak boleh dilupakan yaitu asap dari pembakaran dupa.

Seiring perkembangan zaman, banyak yang menganggap sesaji atau sesajen sebagai suatu hal yang mubazir atau terbuang percuma. Oleh karena itulah, kini banyak pementasan wayang kulit yang justru memberikan sesaji kepada penonton untuk makan bersama agar tidak terbuang sia-sia.

Dari segi isi cerita, pewayangan mengajarkan budi pekerti luhur, saling mencintai, dan menghormati, terkadang diselipkan kritik sosial hingga adegan lucu lewat adegan goro-goro.

Wayang kulit merupakan salah satu dari warisan budaya nusantara yang lahir dari masyarakat Indonesia sendiri, asli, dan memiliki makna filosofis yang sangat kental. Jadi, warisan budaya tersebut harus selalu dijaga kelestariannya supaya tidak hilang dimakan waktu. (ist)

Hari Wayang Nasional Wayang Wayang Kulit
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.