Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Tugu Garapan Nyoman Nuarta di Surabaya

Tugu Garapan Nyoman Nuarta di Surabaya

KOMUNITAS redaksi31/12/2018 - 14:30 WIB

Menjelang memasuki pergantian tahun 2018, Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo meresmikan Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha di halaman Kantor Gubernur Jatim, Jl Pahlawan Surabaya, Jumat (28/12) lalu.

Sebelum meresmikan tugu tersebut, Gubernur Jatim yang sering disapa Pakde Karwo ini mengatakan bahwa tugu tersebut menjadi simbol pencapaian Jawa Timur yang telah berhasil meraih Penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha sebanyak tiga kali, atau yang terbanyak dalam sejarah diantara provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.

“Pemerintah pusat memberikan Parasamya Purnakarya Nugraha sebagai penghargaan kepada institusi pemerintah atau organisasi yang menunjukkan karya tertinggi pelaksanaan pembangunan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat secara holistik dan lengkap selama tiga tahun berturut-turut. Jawa Timur meraih penghargaan ini pada Tahun 1974, 2014, dan 2017,” katanya.

Pada 1974, lanjut orang nomor satu di Jatim ini, penghargaan Parasamya diserahkan oleh Presiden Soeharto kepada Gubernur HM Noer. Pada 2014, penghargaan ini diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Pakde Karwo, sedangkan pada 2017, Pakde Karwo kembali menerima penghargaan ini dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo.

“Saat menyerahkan penghargaan pada 2017, Mendagri berpesan agar prestasi meraih tiga kali penghargaan tersebut bisa dijadikan simbolik yang bisa dibaca dan dilihat. Karena itu, kami membuat tugu Parasamya ini, tugu ini menjadi bagian sejarah dan pendidikan yang dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Jawa Timur. Sejarah adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan,” lanjutnya.

Ditambahkannya, ornamen tugu yang dibangun dengan biaya mencapai Rp. 6,9 miliar ini menggambarkan secara indah rentetan kesenian budaya yang mencerminkan perjalanan sejarah.

Tari Gandrung Banyuwangi, menggambarkan semangat perjuangan masyarakat setempat yang saat itu memberikan hiburan untuk bangsa penjajah, setelah itu dilawan dan diusir dari Bumi Blambangan.

Kemudian, imbuh gubernur kelahiran Madiun ini, ornamen Tari Remo yang menggambarkan penyambutan kepada penjajah, yang kemudian dilakukan penyerangan terhadap mereka.

Lalu ornamen Reog Ponorogo yang mencerminkan perlawanan terhadap ketidakadilan, serta ornamen Karapan Sapi asal Madura yang memiliki nilai sejarah olahraga dan kesenian khas masyarakat Madura.

“Khusus Ornamen Karapan Sapi ini mengandung pesan, yaitu kepada masyarakat Jatim, khususnya para generasi milenial, untuk berlari seperti karapan. Dimana Karapan adalah simbolik cepatnya pembangunan di era sekarang, dimana siapa yang cepat, dialah yang menang, bukan yang besar yang menang, tapi yang cepat,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, seniman sekaligus penggarap Tugu Parasamya, I Nyoman Nuarta mengatakan, pihaknya bersyukur mampu menyelesaikan pembangunan tugu ini dalam waktu relatif singkat, yakni hanya 2,5 bulan. Tantangannya adalah menggabungkan karakter-karakter yang berbeda-beda dari berbagai daerah di Jatim.

“Seperti Karapan Sapi dari Madura, yang merupakan olahraga yang cepat, kemudian Tari Gandrung yang lemah lembut, dan Tari Barong yang masing-masing berbeda karakternya. Ini kita coba satukan untuk menjadi rangkaian komposisi yang bagus, memang tidak mudah, tapi syukurlah kami bisa menuntaskan karya seni ini dalam 2,5 bulan lebih cepat dari target awal yang 4-5 bulan,” katanya.

Secara khusus, seniman Nyoman Nuarta memuji Pakde Karwo yang sangat peduli dan memberi apresiasi tinggi terhadap kebudayaan. Sebab budaya adalah warisan leluhur bangsa yang adiluhur, budaya juga harus dikembangkan serta dilestarikan oleh bangsa kita sendiri, bukan oleh orang asing.

“Terima kasih atas kepedulian Pakde Karwo kepada seni dan budaya, saya sepakat, para generasi milenial juga harus mencoba untuk mencari alternatif-alternatif terkini untuk mengembangkan kebudayaan, sehingga kebudayaan itu bisa berkesinambungan. Sebab budaya itu tidak akan bisa bertahan jika tidak dinamis dan menyesuaikan jaman,“ katanya.

Peresmian tugu ini dihadiri sejumlah tokoh penting di Jatim, diantaranya Wakil Ketua DPRD Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim, Sekdaprov Jatim, para konjen negara sahabat, konsul kehormatan di Jatim, bupati/walikota se-Jatim, kepala OPD di Jatim, dan pimpinan media (ita)

I Nyoman Nuarta Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.