Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Pekanbaru Hadirkan Tenun Songket Terbaik

Pekanbaru Hadirkan Tenun Songket Terbaik

SENI BUDAYA redaksi04/01/2019 - 15:30 WIB

Tenun Songket menjadi karya terbaik Pekanbaru. Motifnya pun beragam dan eksotis dengan warna warni khas. Filosofi yang dimiliki tinggi seiring sejarah panjang yang menyertainya.

Kuat dengan budaya Melayu, Pekanbaru menjadi rumah besar bagi karya tenun. Kain dengan corak khas dan khusus ini telah menjadi identitas Bumi Lancang Kuning.

Cipta karya terbaik ini merupakan tradisi turun temurun hingga menjadi urat nadi perekonomian. Ketua Kelompok Masyarakat Tenun Kampung Bandar Wawa Edini mengatakan, masyarakat Melayu lekat dengan Tenun Songket ini.

“Tenun Songket ini menjadi warisan budaya terbaik. Corak dan ragi (desain) sangat khas. Kain ini jadi value budaya bagi para wanita Melayu Riau. Untuk itu, mereka harus bisa menenun, bertekat, bersuji, atau juga menyulam,” ungkap Wawa Edinya, Ketua Kelompok Rumah Tenun Kampung Bandar.

Begitu berharganya, keberadaan Tenun Songket bahkan dimasukan dalam sastra pantun. Bunyi pantun tersebut diantaranya, ‘Kain Songket tenun Melayu, Mengandung makna serta ibarat’. Kelanjutannya pun ‘Hidup rukun berbilang suku, Sebarang kerja boleh dibuat’. Menjadi sebuah perekat budaya bagi lintas generasi, motif dan ragi Tenun Songket pun sangat beragam.

Sedikitnya ada 8 motif Tenun Songket milik Bumi Lancang Kuning. Beberapa motif bertumpu pada motif Pucuk Rebung dan motif Siku. Mengadopsi Pucuk Rebung, motif ini memiliki 3 varian turunan dengan filosofi beragam. Ada motif Pucuk Rebung Kaluk Pakis Bertingkat, filosofinya adalah kesuburan dan kemakmuran. Lalu, Kaluk Pakis Bertingkat menjadi sikap tahu diri masyarakat Melayu di sana.

Motif lainnya adalah Pucuk Rebung Bertabur Bunga Ceremai. Selain kesuburan, Tenun Songket ini juga memiliki makna kasih sayang, lemah lembut, bersih hati, dan menghormati orang lain. Lalu, ada motif Pucuk Rebung Penuh Bertali. Motif ini jadi isyarat sikap religius masyarakat Melayu. Dengan keimanan, masyarakat Melayu di Bumi Lancang Kuning diharapkan menjalankan hidup secara benar.

“Bukan hanya memiliki motif yang indah, tapi ada makna dalam yang ingin disampaikan melalui Tenun Songket ini. Filosofi ini tetap dipegang erat oleh masyarakat di sini,” terang Wawa lagi.

Selain itu, ada kelompok Motif Siku beserta 3 varian turunannya. Ada Siku Keluang yang menjadi simbol sifat tanggung jawab. Motif Siku Awan (Awan Berarak) ini menjadi makna karakter budi pekerti, sopan santun, dan kelembutan akhlak masyarakat Melayu. Lalu, motif Siku Tunggal menjadi cerminan terbuka. Memiliki wajah dan hati bersih, mereka pun bersahabat dengan para pendatang.

Selain 2 motif itu, ada juga Daun Tunggal Mata Panah Tabir Bntang. Motif ini mengambil inspirasi dari kekayaan flora Bumi Lancang Kuning.

Simbol yang ditonjolkan adalah bunga, kuntum, daun, dan buah. Konsep ini menjadi penegas keluhuran dan kehalusan budi. Dan, motif ke-8 adalah Wajik Sempurna. Motif ini melambangkan sifat pemurah Tuhan, lalu sudah sepatutnya semua makhluk berucap syukur.

“Wilayah Pekanbaru ini memang penghasil Tenun Songket terbaik. Setia mengembangkan motif-motif klasik, mereka berusaha mempertahankan nilai tradisi. Motif-motif yang ditawarkan sangat menarik dan ini pun menjadi kekayaan berharga Pekanbaru,” terang Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh.

Memiliki motif terbaik dan mempertahankan tradisi, Tenun Songket milik Bumi Lancang Kuning jadi buruan wisatawan dunia. Untuk pasar Asia, Songket Tenun ini menjadi favorit wisatawan Malaysia, Singapura, dan Thailand. Untuk koneksi Eropa masuk pasar Prancis, Swiss, hingga Belanda. Tidak ketinggalan juga warga Australia ikut memburunya sebagai koleksi.

“Memiliki kehasan dan unik, Tenun Songket ini banyak dicari oleh wisman. Sebab, harga yang mereka ditawarkan cukup menarik. Yang jelas, Tenun Songket ini menjadi daya tarik terbaik wsiata belanja di Pekanbaru,” tutur Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani.

Menjadi komoditi terbaik, Tenun Songket khas Bumi Lancang Kuning dibanderol Rp500 Ribu hingga Rp1 Juta. Untuk mendapatkannya pun sangat mudah. Tinggal datang ke Rumah Tenun Kampung Bandar, Jalan Perdagangan, Kampung Bandar, Senapelan, Pekanbaru, Riau. Informasi lebih lanjut bisa telpon 085265499475 atau 081365494710. Bisa juga melalui, Istagram @rumahtenunkpbandar. (ist)

Rumah Tenun Kampung Bandar Tenun Songket Pekanbaru
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.