Sepatu mahasiswa UGM yang bisa mencegah kontraktur pergelangan kaki pada penderita kelumpuhan meraih medali perak dalam Seoul International Invention Fair 2018 dan Special Award dari King Abdulaziz University, Desember 2018 lalu di Korea Selatan.
Sepatu yang bernama Aveo ini merupakan rancangan dari tim mahasiswa 6 orang ini dibimbing dosen Budi Sumanto SSi MEng. Mahasiswa tersebut adalah Muhammad Fahmi Husaen (Komputer dan Sistem Informasi), Naufal Gugus Priambadha (Teknik Mesin), Septia Dini Rahayu (Teknologi Instrumentasi), Danar Aulia Hasan (Metrologi dan Instrumentasi), Widiyanto (Komputer dan Sistem Informasi) dan Danang Ma’ruf (Teknologi Instrumentasi).
Muhammad Fahmi Husaen selaku ketua tim mengatakan Aveo merupakan sepatu untuk mencegah kontraktur pada engkel kaki. Bahkan, Aveo ini sejak awal dirancang untuk dapat menggerakkan kaki sesuai dengan standar fisioterapi menggunakan mekanisme kontrol otomatis melalui smartphone dengan komunikasi bluetooth.
“Sistem Aveo dikembangkan berbasis mikrokontroler dan dilengkapi dengan motor servo yang diprogram sesuai dengan gerakan fisioterapi pergelangan kaki,” kata Fahmi kepada wartawan.
Ia menjelaskan, Aveo juga dilengkapi sensor Mechanomyogram (MMG) untuk mengukur ketegangan otot kaki saat sepatu bergerak sehingga dapat memperkirakan pergerakan sepatu.
“Dari hasil pengujian tanpa sensor MMG dapat disimpulkan bahwa sepatu Aveo mampu menggerakkan pergelangan kaki dan dapat berfungsi sebagai pengganti fisioterapis,” katanya.
Seperti diketahui, Seoul International Invention Fair merupakan ajang penghargaan dan pameran karya inovasi dari seluruh negara di dunia. Kegiatan ini diikuti 633 inovator dari 30 negara, sementara dari Indonesia sendiri terdapat 40 orang inovator. (ist)

