PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pemilihan Umum (Pemilu) maksimal sehingga tidak mengganggu aktivitas warga.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB), Soeroso, usai peremian UPT PLN Gresik, Kamis (10/1) mengatakan, unit transmisi siap menjaga gardu induk dan trafo agar bekerja maksimal. “Petugas akan berjaga 24 jam setiap hari untuk memastikan objek vital ini bekerja,” ungkapnya, seperti dilaporkan Jatimnews Room.
UPT Gresik ini menurut Soeroso menangani penyaluran tenaga listrik dari hasil kerja pembangkit tenaga listrik dan selanjutnya didistribusikan kepada pelanggan atau sampai kepada rumah – rumah warga.
Lebih lanjut dikatakannya, Gresik sangat membutuhkan pelayanan kelistrikan yang andal karena banyak kawasan industri yang membutuhkan kebutuhan listrik handal, aman dan keberlangsungannya sangat diharapkan pelanggan.
“Wilayah UPT Gresik meliputi daerah Gresik dan Madura. Aset yang akan dikelola oleh UPT Gresik ini nantinya terdiri dari 20 gardu induk di Gresik dan 5 gardu induk di Madura,” tuturnya.
Sedangkan travo yang dikelola sebanyak 35 buah dengan total 2300 MVA dan panjang jaringan transmisi sekitar 530 kilo meter sirkuit.
Eksekutif Vice Presiden Organisasi Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara (JBTN), Ari Wardhana menambahkan, salah satu tugas PLN pada 2019 adalah pengamanan pemilu.
“PLN memegang peranan penting, mulai dari kampanye, pemungutan suara hingga penghitungan suara. kita akan tetapkan tanggal siagaan Pemilu supaya kawan – kawan PLN menyiapkan dan mensukseskan pemilu,” harapnya.
Ari menyampaikan, siaga pemilu ini akan dikhususkan untuk tempat – tempat penting. “Antisipasi misalnya, contoh pada saat pemungutan suara artinya tempat – tempat TPS itu kita usahakan tidak ada jadwal pemadaman,” ucap Ari.
Selain itu, lanjut Ari, selama pemungutan suara, diusahakan tidak ada pemeliharaan jaringan listrik supaya tidak terjadi pemadaman. “Kalau misalnya diperlukan tempat – tempat tertentu untuk suplay listriknya andal, maka kita bisa menambahkan cadangan jenset dan petugas,” terangnyai.
Sebetulnya pada saat Pilpres kebutuhan listrik mungkin tidak terlalu besar, dan hampir sama dengan kondisi normali. “Yang terpenting bukan besarnya kapasitas, melainkan keandalannya. Jangan sampai pada saat penghitungan suara yang membutuhkan waktu hingga malam hari, tiba – tiba listriknya padam,” imbuhnya. (jnr)

