Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Finalis ONMIPA Asal UNAND Ungkap Ketatnya Persaingan Nasional dan Harapan Raih Medali
  • BULOG Dorong Peran Kampus dalam Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Campus Preneur di UNS
  • Mahasiswa FK UNAIR Raih Emas ONMIPA-PT 2026, Jadi Peserta Terbaik Bidang Biologi Nasional
  • ITS Tembus Empat Besar ONMIPA-PT 2026, Raih Dua Emas dan Cetak Absolute Winner Bidang Kimia
  • Surabaya Jadi Pilot Project Perlinsos Digital, Verifikasi Penerima Bansos Kini Hanya Butuh 15 Menit
  • Pemkot Surabaya Tingkatkan Kompetensi Damkar Lewat Pelatihan FF2 dan Water Rescue Bersertifikat
  • Gubernur Khofifah Raih Dua Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 Berkat Kinerja Ekonomi dan Ketahanan Pangan
  • Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Rutilahu Terbaik Jawa Timur, Target Tuntaskan 7.196 Rumah pada 2027
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Penyelundupan 4.500 Bibit Arwana ke Malaysia

Penyelundupan 4.500 Bibit Arwana ke Malaysia

PEMERINTAHAN redaksi22/01/2019 - 13:30 WIB

Penyelundupan komoditi perikanan yang dilarang dan dilindungi masih kerap terjadi di Indonesia.

Hal ini terbukti dengan maraknya kasus penyelundupan yang ditangani aparat penegak hukum, baik lalulintas penyelundupan di dalam maupun pengiriman ke luar negeri.

Pekan lalu, pemerintah kembali berhasil menggagalkan penyelundupan 4.500 ekor bibit ikan arwana jenis Jelitin yang akan dibawa melewati Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat.

Penggagalan berhasil dilakukan tim gabungan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Entikong, Badan Intelijen Negara (BIN), Balai Intelijen Strategis (Bais), TNI, dan Polri setempat.

Menurut Kepala Balai KIPM Entikong Giri Pratikno, penyelundupan ikan anakan senilai Rp 2,25 miliar tersebut tidak dilengkapi dokumen, sehingga dilakukan pengamanan saat melintas di area PLBN Entikong.

Upaya penyelundupan ini berhasil digagalkan saat Bus Antarnegara Eva Express bernomor negara Malaysia SU 8088 E melintas di area Pos Lintas Batas Negara Entikong.

“Petugas yang curiga langsung menggeledah kemudian ditemukan ikan arwana yang akan diselundupkan berjumlah kurang lebih 4.500 ekor yang dikemas menggunakan kardus berjumlah 20 buah,” ungkap Giri Pratikino.

Sementara itu, Kepala Pusat Karantina Ikan, Badan KIPM, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Riza Priyatna mengatakan, hasil penggagalan berupa 4.500 bibit ikan arwana (Scleropages jardini) tersebut akan dikembalikan ke habitat aslinya di Papua.

“Ikan arwana asal Papua ini tidak bisa dilepasliarkan di Kalbar karena bisa menjadi predator di habitat Kalbar, karena itu akan dikembalikan ke habitatnya,” tutur Riza.

Terkait temuan ini, Balai KIPM Entikong menegaskan akan terus meningkatkan kerja sama lintas instansi di Entikong, Kalimantan Barat untuk mengawasi jalur darat perbatasan RI-Malaysia.

Penyelundupan seperti ini membawa dampak kerugian yang sangat besar bagi negara. Tidak hanya kerugian materiil tetapi juga non-materiil.

Namun maraknya penyelundupan ini dapat dicegah dan diatasi dengan terus memberikan sosialisasi mengenai dampak hukum memperjualbelikan biota laut secara ilegal pada masyarakat, serta dampaknya pada ekologi dan ekosistem di bumi.

Pemerintah berkomitmen untuk menegakkan hukum bagi oknum-oknum yang terlibat dan memberikan edukasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya lain untuk mendukung pendapatan mereka.

Pemahaman yang tepat dapat mendorong masyarakat untuk mengubah kebiasaan atau budaya yang dapat merusak lingkungan (sak)

Penyelundupan Bibit Arwana
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Finalis ONMIPA Asal UNAND Ungkap Ketatnya Persaingan Nasional dan Harapan Raih Medali

13/06/2026 - 02:01 WIB

BULOG Dorong Peran Kampus dalam Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Campus Preneur di UNS

13/06/2026 - 01:46 WIB

Mahasiswa FK UNAIR Raih Emas ONMIPA-PT 2026, Jadi Peserta Terbaik Bidang Biologi Nasional

12/06/2026 - 23:20 WIB

ITS Tembus Empat Besar ONMIPA-PT 2026, Raih Dua Emas dan Cetak Absolute Winner Bidang Kimia

12/06/2026 - 21:21 WIB

Surabaya Jadi Pilot Project Perlinsos Digital, Verifikasi Penerima Bansos Kini Hanya Butuh 15 Menit

12/06/2026 - 17:30 WIB

Pemkot Surabaya Tingkatkan Kompetensi Damkar Lewat Pelatihan FF2 dan Water Rescue Bersertifikat

12/06/2026 - 02:48 WIB

Comments are closed.

Finalis ONMIPA Asal UNAND Ungkap Ketatnya Persaingan Nasional dan Harapan Raih Medali

13/06/2026 - 02:01 WIB

BULOG Dorong Peran Kampus dalam Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Campus Preneur di UNS

13/06/2026 - 01:46 WIB

Mahasiswa FK UNAIR Raih Emas ONMIPA-PT 2026, Jadi Peserta Terbaik Bidang Biologi Nasional

12/06/2026 - 23:20 WIB

ITS Tembus Empat Besar ONMIPA-PT 2026, Raih Dua Emas dan Cetak Absolute Winner Bidang Kimia

12/06/2026 - 21:21 WIB

Surabaya Jadi Pilot Project Perlinsos Digital, Verifikasi Penerima Bansos Kini Hanya Butuh 15 Menit

12/06/2026 - 17:30 WIB

Pemkot Surabaya Tingkatkan Kompetensi Damkar Lewat Pelatihan FF2 dan Water Rescue Bersertifikat

12/06/2026 - 02:48 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.