Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Sosialisasikan Pembangunan ala Dulmuluk

Sosialisasikan Pembangunan ala Dulmuluk

SENI BUDAYA redaksi09/02/2019 - 15:30 WIB

Layaknya Ludruk, Ketoprak atau Srimulat di Jawa Timur, Teater Dulmuluk di Sumatera Selatan jadi sarana kesenian tradisional yang digemari masyarakat.

Nama teater ini bermula dari nama pemeran utamanya, Raja Abdulmuluk Jauhari. Kesenian ini dibawa oleh seorang pedagang keliling berketerunan arab, Wan Bakar, ke Palembang pada tahun 1850-an. Wan Bakar tinggal di Kampung Tangga Takat atau daerah 16 Ulu.

Saat berjualan rempah-rempah dan hasil hutan, Wanbakar kerap membacakan kitab hikayat, termasuk kitab syair Abdulmuluk dari Singapura bertuliskan huruf Melayu atau kitab Arab gundul. Lama kelamaan, para penggemar cerita ini membuat perkumpulan dan mementaskan kisah Dulmuluk.

Ciri-ciri pementasan Dulmuluk yakni hanya dimainkan oleh pria, termasuk memerankan figur perempuan. Selain itu, dialognya kerap menggunakan pantun, syair, disertai nyanyian dan tarian yang membuat para penonton terpingkal-pingkal.

Kesenian tradisional Dulmuluk inilah yang dipilih Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kantor Staf Presiden dalam menyampaikan program pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi – Wapres Jusuf Kalla melalui pertunjukan rakyat di Benteng Kuto Besak.

“Kito wong Plembang harus berterimakasih pada pemerintahan Pak Jokowi, karena kita sekarang punya kereta LRT, jalan tol, dana desa dan juga pembangunan-pembangunan lain,” kata seorang pemeran Dulmuluk.

Pada pertunjukan rakyat ini hadir Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary yang menekankan pentingnya manfaat dana desa. Sumatera Selatan memiliki 2.583 desa yang tersebar di 2016 kecamatan.

“Desa dengan potensi kekayaan alam yang melimpah ada di Sumsel. Program Dana Desa yang melahirkan Badan Usaha Milik Desa berperan besar mengurangi angka kemiskinan,” kata Septi.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Rudi Gunawan menyampaikan menambahkan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, di tahun 2019 dana desa akan diarahkan untuk meningkatkan kinerja pelayanan dasar masyarakat.

“Selain itu, pembangunan sarana dan prasarana publik di daerah juga dilanjutkan agar dapat menurunkan kesenjangan antar daerah,” katanya.

Sambil menyebarkan informasi positif tentang capaian program pemerintahan Jokowi, Teater Dulmuluk dari Sanggar Seni Harapan Jaya Plaju bernyanyi riang membawakan lagu ‘Ayam Jago’.

“Gok ayam jagok
pegi nyangkok balek bekokok
gok ayam jagok
gawe mak itu idak semekok
gok ayam jagok
kalu kelakar semalem sontok
gok ayam jagok
nak begawe jadi ngantok…”.
(sak)

Teater Dulmuluk
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.