Presiden Joko Widodo (Jokowi) menantang pihak-pihak yang menyebut mengenai adanya kebocoran anggaran negara sebesar 25 persen untuk melaporkan saja masalah tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Ya kalau memang bocornya sampai 25% laporin aja ke KPK, duit gede banget itu,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai menghadiri Perayaan Imlek Nasional, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/2) siang.
Presiden mengingatkan, dulu pada 2014 katanya kebocoran anggaran mencapai Rp7.200 triliun. Sementara sekarang kalau itu bocornya 25 persen berarti Rp500 triliun.
“Gede banget Rp500 triliun. Laporin ke KPK dengan bawa bukti dan bawa fakta-fakta, jangan asal,” tegas Presiden Jokowi.
Pertumbuhan Ekonomi 5,17%
Pada bagian lain Jokowi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 yang mencapai angka 5,17 persen patut disyukuri, karena ini merupakan sebuah angka yang baik kalau dibandingkan dengan negara lain.
“Ini patut kita syukuri, kita jangan kufur nikmat, jangan kufur nikmat,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan.
Pernyataan Presiden itu disampaikan menanggapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2018 mencapai 5,17 persen, atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan 2017 sebesar 5,07 persen, bahkan tertinggi dalam 4 (empat) tahun terakhir.
“Ini menunjukkan trend yang baik, karena dibandingkan beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 menunjukkan peningkatan,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangan persnya di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (6/2) siang.
Jokowi mengatakan, angka pertumbuhan 5,17 persen itu angka yang baik kalau dibandingkan dengan negara lain. Ia meminta untuk dibandingkan dengan negara-negara lain yang ada di G-20 .
Presiden mengingatkan, bahwa Indonesia sudah masuk ke dalam G-20 yang PDB (Product Domestic Brutto) nya lebih dari 1 triliun dolar AS, kemudian inflasinya 3,13 persen, juga inflasi yang rendah.
“Kalau diberi kenikmatan pertumbuhan ekonomi yang diatas 5 persen, Alhamdulillah, disyukuri. Inflasinya juga 3,13 alhamdulillah disyukuri, karena global ekonomi, ekonomi dunia,memang masih pada posisi yang tidak menguntungkan kita,” ujar Jokowi.
Mengenai upaya pemerintah untuk meningkatkan lagi angka pertumbuhan ekonomi, Jokowi mengatakan, kuncinya hanya dua mendorong ekspor sebanyak-banyaknya, sekaligus mengurangi impor. dan juga mendorong barang-barang substitusi import agar diproduksi di dalam negeri,
Yang kedua, lanjut Presiden, investasi yang sebesar-besarnya. Karena itu, Presiden menekankan, kita terus memperbaiki, menyederhanakan perizinan-perizinan yang ada di pusat maupun di daerah. (sak)

