Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Pelepasan Owa Jawa Ke-6 di Gunung Puntang

Pelepasan Owa Jawa Ke-6 di Gunung Puntang

KOMUNITAS redaksi03/03/2019 - 14:30 WIB

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung melepasliarkan 5 ekor Owa Jawa (Hylobates moloch) yang ke-6 bertempat di Bumi Perkemahan Gunung Puntang.

Berlokasi tepatnya di petak 30 d Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Logawa, Bagian Kesatuan Hutan (BKPH) Banjaran KPH Bandung Selatan, pelepasan dilakukan bersama-sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LHK), PT Pertamina dan Yayasan Owa Jawa dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,

Dalam rangka menyelamatkan Owa Jawa yang saat ini populasinya hampir punah dan untuk mengembalikan keberlangsungan ekosistemnya. Sejumlah lima ekor Owa Jawa dilepasliarkan setelah direhabilitasi terlebih dahulu di Javan Gibbon Center Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Pelepasliaran Juwi, Cuplis dan Messi yang merupakan 2 keluarga Owa Jawa mengikuti keluarga Owa Jawa lainnya yang telah dilepasliarkan sejak tahun 2013 – 2018 sebanyak 19 ekor.

Lebih dari 47 orang peserta menghadiri acara pelepasaliaran Owa Jawa yang terdiri dari unsur Kementerian LHK, PT Pertamina EP Subang, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Yayasan Owa Jawa Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Conservation International Indonesia, perwakilan dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bukit Amanah, serta Administratur Perhutani KPH Bandung Selatan dan jajarannya.

Administratur Perhutani KPH Bandung Selatan Tedy Sumarto mengatakan bahwa pelepasan Owa Jawa merupakan tanggung jawab bersama dalam rangka melestarikan ekosistem.

Perhutani berkomitmen untuk mendukung kegiatan bersama pelepasliaran Owa Jawa dan memberikan apresiasi terhadap semua pihak yang telah memberikan kontribusi positif untuk menyelamatkan keberadaan Owa Jawa.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Wahyu Rudianto menyatakan Program rehabilitasi Owa Jawa di Javan Gibbon Centre merupakan kerjasama Yayasan Owa Jawa dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang berperan penting dalam mempersiapkan Owa Jawa yang pernah dipelihara masyarakat, yang kemudian dilepasliarkan untuk penguatan populasi di alam.

Field Manager PT Pertamina EP Asset 3 Armand Mel I. Hukom menyatakan bahwa Pertamina mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dengaan cara memberikan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) khususnya untuk melestarikan keberadaan Owa Jawa.

Armand menambahkan bahwa untuk mendukung keberadaan Owa Jawa, Pertamina EP Asset 3 juga mendukung dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Melintang (Masyarakat Pecinta Alam Puntang) berupa pemberdayaan ekonomi berupa budidaya kopi kepada warga Desa Campaka Mulaya yang berlokasi berbatasan langsung dengan area konservasi Owa Jawa di Gunung Puntang. (ist)

Gunung Puntang Owa Jawa Perhutani
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.