Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Ajak Siswa SMA TN Berani Perangi Hoaks

Ajak Siswa SMA TN Berani Perangi Hoaks

KOMUNITAS redaksi05/03/2019 - 13:00 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa Indonesia adalah negara besar, yang memiliki penduduk 269 juta jiwa, dan dianugerahi oleh Allah SWT berbeda-beda, berbeda suku, agama, adat, tradisi, budaya, bahasa lokal, dan bahasa daerah.

“Ini harus kita sadari. Indonesia sebagai sebuah negara besar yang beragam. Dan sudah menjadi anugerah dari Tuhan, anugerah dari Allah kepada kita bangsa Indonesia bahwa perbedaan-perbedaan itu sudah menjadi hukum Allah, sudah menjadi sunnatullah,” kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan kepada siswa SMA Taruna Nusantara Tahun 2019, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/3) siang.

Presiden berharap, jangan sampai karena perbedaan-perbedaan menjadi tidak seperti saudara sebangsa setanah air. Hal ini biasanya dimulai gara-gara urusan politik, baik itu pilihan bupati, walikota, pilihan gubernur, pilihan presiden.

“Kita sering diaduk-aduk karena ini. Padahal yang namanya pilihan presiden, pilihan gubernur, pilihan bupati, pilihan walikota itu setiap 5 tahun ada karena ini adalah pesta demokrasi bangsa kita Indonesia,” ujar Jokowi.

Untuk itu, Presiden meminta para siswa SMA Nusantara agar berani meluruskan, berani merespons kalau ada kabar fitnah, kabar bohong (hoaks) yang bertebaran di media sosial.

“Berani meluruskan, yang benar katakan benar, yang salah katakan salah. Jangan dibalik-balik yang benar dikatakan salah, yang salah dikatakan benar,” tutur Presiden.

Jangan sampai, lanjut Presiden, karena urusan politik memecah belah bangsa. Ia mengingatkan, negara ini negara besar. Modal dan aset terbesar adalah persatuan, kerukunan, persaudaraan di antara anak bangsa.

Karena itu, Kepala Negara mengingatkan, sangat rugi besar kalau gara-gara urusan politik antar teman tidak saling bicara. Menurut Presiden, harus ada kedewasaan politik, kematangan politik, bagaimana memilih seorang pemimpin baik di daerah di provinsi maupun di tingkat nasional.

Ada Pendidikan Karakter
Pada bagian lain, menjawab seorang siswa Jokowi menegaskan, bahwa di sekolah-sekolah sekarang ini sudah dilakukan pendidikan karakter, sudah dilakukan yang namanya pendidikan budi pekerti.

Karena itu, Presiden menilai, tidak perlu dikhawatirkan masuknya budaya-budaya luar ke negara kita.

“Kalau kita sadar akan budaya kita sendiri, sadar akan karakter-karakter keindonesiaan yang kita miliki, ya enggak perlu khawatir masuknya budaya-budaya luar ke negara kita ini, tak perlu khawatir,” kata Presiden.

Menurut Kepala Negara, kita boleh saja lihat K-Pop, tapi kita sendiri kan punya musik yang lebih bagus, keroncong, musik dangdut, musik-musik di Ambon yang sangat bagus, lagu-lagu daerah dari seluruh penjuru tanah air kita juga memiliki.

Untuk itu, Kepala Negara mempersilakan kalau mau untuk pembanding, mau lihat juga silakan sebagai komparasi, tidak ada masalah.

Tetapi pendidikan-pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, pendidikan mengenai kesopansantunan, pendidikan mengenai tata krama, baik ke guru, ke orang tua, ke rekan yang lebih senior, senioritas, hal seperti ini yang harus terus ditumbuhkan sejak anak di usia dini sehingga karakter-karakter itu tidak hilang di negara kita Indonesia.

“Saya yakin kita memiliki kekuatan yang baik dari infiltrasi budaya-budaya asing,” ucap Jokowi seraya menunjuk adanya kekuatan ideologi Pancasila juga sangat mempengaruhi sehingga kekuatan itu betul-betul sulit ditembus oleh budaya-budaya asing yang ingin masuk.

“Sekali lagi enggak ada masalah. Ada K-Pop ke sini, mungkin para siswa mau lihat ya silakan lihat saja, oh bagus, ya sudah bagus. Tapi kita tidak terpengaruh oleh hal-hal seperti itu,” sambung Presiden.

Negara Besar
Kepala Negara menuturkan, kita harus memiliki keyakinan bahwa negara ini akan menjadi negara besar, negara yang kuat ekonominya, karena dari hitung-hitungan baik dari McKinsey Global Institute, Bank Dunia, Bappenas pada 2040, 2045 Indonesia akan menjadi negara ekonomi kuat 4 besar, masuk kelompok 4 besar terbesar di dunia.

Artinya , lanjut Presiden, ini nanti adalah para siswa yang akan memetik hasil perjuangan-perjuangan para pendahulu kita, nanti umur-umur 37-40 , saat mereka sudah memegang kunci-kunci di semua lini, di semua bidang yang ada, semua sektor yang ada. “Saat itulah negara kita bisa menjadi 3 besar atau 4 besar ekonomi terkuat di dunia,” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga menyampaikan, bahwa dirinya sudah menyampaikan kepada Mendikbud, bahwa contoh yang ada di SMA Taruna Nusantara bisa dipakai sebagai contoh bagi SMA/SMK yang lainnya di seluruh tanah air. (ist)

Jokowi Perangi Hoaks SMA Taruna Nusantara
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.