Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»JK: Percepat Perkembangan Panas Bumi

JK: Percepat Perkembangan Panas Bumi

PEMERINTAHAN redaksi16/08/2019 - 13:00 WIB

Ditandai dengan pemukulan gong, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla membuka secara resmi Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2019. IIGCE ke-7 dilaksanakan hingga 15 Agustus 2019 mendatang mengusung tema ‘Making Geothermal the Energy of Today’.

Dalam sambutannya Jusuf Kalla meminta pengembangan panas bumi sebagai sumber energi listrik dapat dipercepat sehingga pemanfaatannya dapat ditingkatkan menjadi lebih besar lagi dalam porsi bauran energi nasional.

“Geothermal di Indonesia seperti kita tahu bukan hal yang baru, 35 tahun yang lalu Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Kamojang sudah beroperasi, jadi PLTP itu bukan hal yang baru sudah 35 tahun yang lalu kita sudah mengenal geothermal di Indonesia. Menyusul kemudian PLTP Dieng, Patuha, Lahendong di Manado, semuanya sudah puluhan tahun,” ujar Jusuf Kalla dalam sambutannya, di Jakarta, Selasa (13/8).

Pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi di Indoneisa menurut Jusuf Kalla terasa masih sangat lambat. Pemanfaatan panas bumi dengan 35 tahun pengalaman saat ini baru mencapai sekitar 2.000 MW.

“Walaupun sudah 7 kali melaksanakan konvensi ini namun pemanfaatannya masih sangat lambat sekali, sudah tujuh kali melaksanakan pameran dan konvensi hasilnya baru 2.000 MW, padahal telah memiliki 35 tahun pengalaman,” lanjut Wapres.

Masih menurutnya, perkembangan yang lambat juga menimpa sumber-sumber energi terbarukan lainnya bukan hanya panas bumi, hal ini harus menjadi bahan kajian dan pelajaran bagi Kementerian dan instansi-instansi lainnya untuk mencari cara agar perkembangannya bisa menjadi lebih cepat.

Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menambahkan, sumber energi panas bumi yang terbukti ramah terhadap lingkungan, pengembangannya mendapat banyak dukungan dari semua pihak bukan hanya dari Pemerintah saja. Energi panas bumi bukan hanya energi untuk masa kini, tapi juga untuk besok dan untuk generasi selanjutnya.

“Dukungan pengembangan panas bumi sebagai sumber energi mendapat dukungan dari banyak pihak bukan hanya dari Pemerintah, tapi juga dari rakyat Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Arcandra.

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan potensi panas bumi yang terbesar dengan total potensi yang mencapai 25,3 GW dan tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Karena potensi besar tersebut, Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi pada tahun 2025 bisa mencapai kurang lebih 7.200 MW.

“Untuk mencapai pemanfaatan energi terbarukan sebanyak yang sudah ditargetkan yakni 23% pada tahun 2025 diperlukan langkah kerja keras kita bahwa 23% itu tidak saja ditulis sebagai landasan kita untuk menuju tujuan tersebut, tapi harus juga bekerja keras untuk mewujudkannya, birokrasi yang sederhana agar pengurusan izin-izin bisa kita pangkas,” pungkas Arcandra. (sak)

Geothermal Jusuf Kalla wapres
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.