Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
  • Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga
  • Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Korban Meninggal Gempa Ambon 23 Orang

Korban Meninggal Gempa Ambon 23 Orang

PEMERINTAHAN redaksi30/09/2019 - 13:00 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan duka cita atas korban meninggal dunia atas terjadinya gempa bumi dengan kekuatan magnitude 6,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan Ambon, Maluku, Kamis (26/9), pukul 21.53 WIT.

Mengutip data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Presiden menyebutkan, sejauh ini korban meninggal dunia sebanyak 23 orang, lebih seratus yang luka-luka, dan ribuan warga mengungsi.

Selain itu, ratusan rumah dan sejumlah infrastruktur publik mengalami kerusakan termasuk beberapa bangunan kampus Universitas Pattimura dan IAIN Ambon.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah mengucapkan turut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Maluku dan sekitarnya,” kata Presiden Jokowi melalui fan page facebooknya, beberapa saat lalu.

Sementara dalam keterangannya kepada wartawan usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Baiturrahman, komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/9) siang, Presiden Jokowi mengaku sudah memerintahkan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan Menteri Sosial untuk bergerak ke lapangan di tempat terjadinya gempa, untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di Ambon.

“Bantuan juga sudah saya perintahkan segera dikirimkan. Bantuan berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan juga sudah mulai dikirimkan,” jelas Presiden.

Presiden meminta kepada Menteri Sosial untuk memberikan santunan. Sementara untuk korban yang luka-luka perawatannya akan ditanggung oleh pemerintah. Terkait kerusahan fisik akibat gempa ini, menurut Presiden, masih dilakukan pendataan secara detail.

Tapi berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya kemarin, menurut Presiden Jokowi, kira-kira 100-an lebih sedikit yang rusak.

“Mohon doa dari seluruh Tanah Air untuk keselamatan saudara-saudara kita di lokasi bencana,” pungkas Kepala Negara melalui fan page facebooknya.

Rumah Sakit Tidak Dapat Difungsikan Guna memastikan penanganan terhadap korban bencana gempa Maluku itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah melihat kondisi pengungsian mandiri yang berada di Kampus Darussalam, Kabupaten Maluku Tengah.

Di titik ini, TNI mendirikan rumah sakit lapangan untuk merawat mereka yang terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Setelah itu, Kepala BNPB meninjau RSUD dr H Ishak Umarella yang terletak di kabupaten yang sama.

Rumah sakit ini tidak dapat difungsikan karena adanya keretakan pada dinding bangunan, dan untuk mengantisipasi kemungkinan yang lebih buruk, pasien telah ditempatkan di tenda-tenda di sekitar rumah sakit.

Kepala BNPB Doni Monardo juga telah meninjau Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah, yang menjadi salah satu desa terdampak paling parah saat gempa.

Ia bertemu jemaat Waai dari Gereja Protestan Klasis Ambon Timur dan warga yang berada di pos pengungsian. Doni berpesan kepada pemerintah daerah setempat, BMKG, TNI dan Polri supaya intensif mensosialisasikan kepada masyarakat untuk kembali ke rumah mereka.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mendapatkan informasi dari pihak berwenang dan tidak mudah terpengaruh pada informasi palsu yang tiak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sementara Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah isu yang merupakan hoaks (berita bohong) mengenai kemungkinan akan terjadinya gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly mengatakan, hingga hari Jumat, 27 September 2019 pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap Gempabumi Kairatu, Ambon, dan Haruku berkekuatan M=6,5 yang terjadi kemarin 26 September 2019 menunjukkan telah terjadi 264 kali dengan magnitudo terbesar M=5,6 dan terkecil M=3.0.

“Secara statistik, frekuensi kejadian gempa cenderung semakin mengecil,” kata Sadly dalam siaran persnya Jumat (27/9).

Mengenai isu akan terjadinya gempa besar di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua, Deputi Bidang Gefisika BMKG itu tegas membantahnya. Menurutnya, hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat, dan akurat kapan, di mana dan berapa kekuatannya.

“Untuk itu masyarakat diimbau agar tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pinta Sadly.

Terkait informasi gempabumi dan tsunami, Sadly meminta masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Lewat Instagram/Twitter (@infoBMKG), website (https://www.bmkg.go.id) atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android): WRS-BMKG (user: pemda, password: pemda-bmkg) atau InfoBMKG.

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucap Sadly. (sak)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Maluku Gempa Ambon
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

26/07/2026 - 20:23 WIB

Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

26/07/2026 - 15:17 WIB

Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional

26/07/2026 - 01:11 WIB

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Comments are closed.

ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

26/07/2026 - 20:23 WIB

Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

26/07/2026 - 15:17 WIB

Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional

26/07/2026 - 01:11 WIB

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.