Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma sempat beredar masuk dalam radar calon menteri di Kabinet Indonesia Kerja II.
Namun, hingga susunan kabinet diumumkan, nama Risma tak masuk dalam daftar menteri yang akan membantu pemerintahan Jokowi-Ma’ruf lima tahun ke depan. ⠀
⠀
Pada September lalu, Risma mengaku sempat ditawari oleh Megawati untuk diajukan sebagai calon menteri. Sebelum Jokowi mengumumkan para calon menterinya, Ia mengaku dihubungi lagi soal tawaran itu oleh putri Megawati, Puan Maharani.⠀
⠀
“Aku sempat ketemu ibu mungkin bulan September, Bu Mega aku sudah ditawari jadi menteri. Tapi aku langsung sampaikan ke ibu, wes ndak (menolak). Wes ojok kesusu engkok jawabe pokoke sadurunge Oktober,” kata Risma kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Rabu, (23/10).⠀
⠀
Penolakan itu disampaikan lagi oleh Risma ketika Puan Maharani menghubungi dan menanyakan soal tawaran menjadi menteri.⠀
⠀
“Terus kemarin waktu aku di Koln (Jerman), aku ditelepon Mbak Puan. Mbak Puan nanyakan piye dadi menteri? (Bagaimana, mau jadi menteri?) Endak saya jawab selesaikan di Surabaya dulu,” ujarnya. ⠀
⠀
Secara politik, Risma mengaku sebetulnya rugi menolak tawaran itu mengingat jabatannya sebagai Wali Kota tersisa satu tahun. Namun, demi Kota Surabaya dia mengaku rela melepas peluang itu.⠀
⠀
“Karena aku berdarah-darah. Tangan putus, tendonku kena, dan sering jatuh di lapangan. Apa yang saya lakukan itu nanti sia-sia (kalau meninggalkan Surabaya untuk menjadi menteri),” tuturnya. (ita)

