Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang
  • Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga
  • Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran
  • Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045
  • UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi
  • Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Museum Olahraga Dilengkapi Diorama

Museum Olahraga Dilengkapi Diorama

SENI BUDAYA redaksi01/11/2019 - 15:00 WIB

Pemkot Surabaya terus mematangkan konsep bangunan Museum Olahraga yang terletak di Gedung Gelora Pancasila, Jalan Indragiri Surabaya. Bahkan, museum tersebut rencanannya juga bakal dilengkapi dengan diorama.

Kepala Bidang Bangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Iman Krestian mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pematangan konsep yang baru, setelah beberapa waktu lalu selesai dilakukan pembongkaran pagar dan pembersihan bangunan.

“Jadi ada bangunan yang ada pagarnya itu kita bongkar dan saat ini lagi sedang mengatur konsep terbaru untuk diajukan ke Ibu Risma (Wali Kota),” kata Iman saat di temui di kantornya, Senin (28/10).

Iman menjelaskan, direncana awal, penempatan museum olahraga itu bakal berada di bawah tribun karena lokasinya yang cukup luas.

Namun demikian, ia menilai, jika ditempatkan di lokasi tersebut, dikhawatirkan akan mengganggu jalannya sirkulasi museum dengan pengunjung Gedung Gelora Pancasila itu sendiri. Oleh karena itu, pihaknya merumuskan konsep baru, sehingga nantinya museum ini ada dua lantai.

“Di lantai bawah ukurannya 450 meter persegi meter persegi dan lantai dua 189 meter persegi. Kita akan mengoptimalkan fungsi ruang yang sudah ada pada bangunan di sana,” jelasnya.

Karena bangunan ini merupakan cagar budaya, oleh sebab itu pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan tim cagar budaya terkait perubahan konsep tersebut. Salah satunya yakni, rencana perubahan area parkir.

“Jadi beberapa penambahan ide nanti kami sampaikan ke tim cagar budaya termasuk lahan parkirnya,” paparnya.

Menurutnya, koordinasi itu dilakukan dengan tujuan menciptakan Museum Olahraga ini agar lebih representatif. Sehingga, warga dapat menjadikan museum itu sebagai tempat edukasi dan wisata.

“Sudah dari minggu lalu ada beberapa yang harus kami koreksi disampaikan teman-teman cagar budaya, dan kita terus mengkaji, dan memperdalam kontennya,” imbuhnya.

Iman mengungkapkan, nantinya konsep Museum Olahraga ini akan memadukan antara Gelora Pancasila dengan Lapangan Thor.

Sehingga nantinya museum ini akan dibuat seperti Museum Tugu Pahlawan. Menurutnya, museum tersebut akan lebih interaktif jika ada diorama seperti Museum Tugu Pahlawan.

“Jadi nanti kami sertakan diorama untuk para pengunjung supaya lebih menarik,” ungkapnya.

Selain dilengkapi diorama, Iman menyebut, di Museum Olahraga itu juga akan diberi sentuhan digital. Ia menilai jika koleksi benda-benda di museum itu akan semakin menarik jika diberi sentuhan digital. “Mungkin prosentasenya 50:50,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memastikan suhu yang terjaga kelembapan dan terlindung dari paparan sinar matahari di museum tersebut.

Sebab, benda-benda bersejarah itu sebagian besar membutuhkan suhu yang lembap. Bahkan koleksi baju para atlet pun juga harus diletakkan di kondisi yang lembap.

“Khusus baju memang tidak boleh sembarangan. Tidak boleh kena matahari langsung, jadi benar-benar harus terlindungi gitu. Suhu standartnya sama seperti ruangan umum 22-24 derajat,” pungkasnya. (ita)

Gedung Pantjasila Museum Olahraga Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Rangkaian Heroic Days Sambut Hari Pahlawan

30/10/2025 - 12:00 WIB

Sulam Karawo, Berbenah untuk Go Internasional

13/10/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga

04/06/2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

04/06/2026 - 19:00 WIB

Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

04/06/2026 - 18:55 WIB

UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi

04/06/2026 - 18:52 WIB

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.