Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Gandeng Kolektor Isi Museum Pendidikan

Gandeng Kolektor Isi Museum Pendidikan

SENI BUDAYA redaksi30/11/2019 - 16:00 WIB

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya (Disbudpar) menjalin kolaborasi dengan kalangan kolektor untuk mendapatkan koleksi Museum Pendidikan yang telah diresmikan, Senin (25/11).

Jejaring dengan berbagai kolektor barang, selain untuk mengisi koleksi, juga menggali informasi yang detail tentang barang-barang tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Antiek Sugiarti menyampaikan, bahwa komunitas vintage atau sejarah selain membantu isi koleksi museum pendikan, juga museum-museum lainnya.

“Seperti Museum 10 Nopember, Museum Olahraga, kita kolaborasi dengan mereka (kolektor),” ujar Antiek saat acara serah terima barang koleksi Surabaya Vintage Community ke Disbudpar di Museum Pendidikan.

Namun demikian, Antiek mengatakan, barang-barang koleksi yang masuk semuanya di check terlebih dahulu oleh narasumber ahli maupun kurator berkaitan dengan tahun pembuatannya, termasuk jika dipasang di museum dengan huruf pegon serta apa saja isinya bisa dikerahui.

“Jadi untuk mengecheck, memnag kita menggunakan narasumber ahli dan dengan kurator untuk mengetahui tahunnya, jika diterjemahkan isinya apa dan darimana,” paparnya

Kadisbudpar menyampaikan, pihaknya saat ini tengah mengatur story linenya mulai dari jaman pra aksara, jaman kerajaan, kolonial, perjuangan hingga kemerdekaan. Meski belum optimal, karena penempatan dan stadarisasinya masih dalam proses.

“Kita masih melakukan evaluasi dengan tim arsitektur, desain untuk penataan, alur dan pengamanannya,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, barang-barang koleksi tersebut keberadaannya ada yang merupakan hibah dari para kolektor, melalui proses penggantian, serta diperoleh dari pembelian.

“Sesuai ketentuan internasional museum ini senin tutup. Tetapi nanti kita evaluasi, apakah seperti museum 10 Nopember yang tiap hari buka atau apa,” sebutnya.

Ketua Umum Surabaya Vintage Community, Ali Budiono, saat penyerahan barang-barang koleksi menyampaikan, bahwa sebanyak delapan puluh persen koleksi Museum Pendidikan merupakan barang-barang dari komunitasnya.

Pihaknya mengumpulkan baang-barang tersebut selama tiga bulan. Beberapa barang koleksi yang diserahkan ke Disbudpar untuk mengisi koleksinya, antara lain, Sabak, buku tulis, buku pelajaran, manuskrip atau naskah kuno, mesin ketik, dan alat laboratorium.

“Mesin cetak dari Percetakan Muhammadiyah di Yogyakarta,” sebutnya.

Ali menyebut, jumlah barang yang datang dari komunitasnya di museum pendidikan sekitar 700 koleksi. Koleksi tersebut pengumpulannya, dari hasil komunikasi antar komunitas barang-barang kuno.

Di Surabaya terdapat 500 anggota komunitas, sedangkan di Indonesia jumlahnya ribuan.

“Misalkan sabak, kita kesulitan menemukannya saat ini. Kita dapat lumayan banyak dari daerah Jawa Tengah. Di Surabaya sulit mendapatkannya,” ungkapnya

Ia menyebut, bahwa sejumlah koleksi yang diserahkan ke Disbudpar datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa tengah, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa Timur.

“Manuskrip dari Aceh. Naskah dari daun lontar, deeluwang kertas atas kertas eropa itu ada di tahun 1700 – 1800,” katanya

Barang koleksi Museum yang didapat dari Surabaya berupa buku-buku pelajaran di jaman belandan dan Jepang hingga di era kemerdekaan. Buku-buku tersebut beberapa diantaranya adalah ijazah sekolah Tionghoa,

Ali Budino menyebut, penyerahan benda-benda kuno sebaggai koleksi Museum Pendidikan, agar koleksi tersebut berguna untuk dunia pendidikan, terutama pendidikan anak di masa mendatang.

“Seperti Sabak, di zaman dulu sekolah memakai sabak. Dengan sabak, sekali nulis dihapus. Jadi, bisa dibayangkan betapa susahnya daya ingat anak-anak sekolah dulu,” terangnya. (ita)

Museum Pendidikan Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.