Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Rampak Sarinah Kampanye Kebaya ke Thailand

Rampak Sarinah Kampanye Kebaya ke Thailand

PERISTIWA redaksi10/12/2019 - 15:00 WIB

Sulistyani, anggota Rampak Sarinah Jakarta mengikuti Kampanye “Kebaya Goes To The World” ke Thailand pada tanggal 7-9 Desember 2019 yang diorganisir oleh Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) yang diketuai oleh Rahmi Hidayati.

Sebelumnya, Rampak Sarinah juga aktif berpartisipasi di beberapa kegiatan PBI termasuk serangkaian FGD tentang Kebaya di bukan November 2019 di Kemenko PMK yang mendasari program di Thailand tersebut.

Komunitas PBI yang sudah berdiri di beberapa provinsi memperjuangkan pemakaian kebaya dalam kehidupan sehari-hari oleh para perempuan Indonesia dimana saja dan selanjutnya berupaya agar ada penetapan Hari Berkebaya Nasional dari Pemerintah.

“Pengenalan kebaya ke dunia internasional akan cepat terlaksana apabila orang-orang Indonesia sesering mungkin menggunakan kebaya saat di luar negeri,” jelas Rahmi Hidayati, ketua PBI yang didirikannya 2 tahun lalu.

Sementara itu Rampak Sarinah yang berdiri pada 26 Februari 2018 adalah gerakan perempuan berideologi nasionalis yang menggunakan kebaya putih sebagai seragam organisasi dengan bawahan kain nusantara.

“Kebaya berbahan kaos kita pilih sebagai seragam karena kebaya memang baju nenek moyang kita sehari-hari untuk bertani, bakulan,mengajar, berkonggres, pengajian bahkan untuk bertarung seperti yang dilakukan Nyi Ageng Serang. Ciri organisasi kita adalah di Kerudung bu Fat yang berwarna merah,” jelas Eva Sundari, politisi PDI Perjuangan yang juga pengagas pembentukan Gerakan Rampak Sarinah.

Selain mengorganisir seminar, delegasi PBI juga melaksanakan fashion show, menyanyi yang diiringi musik angklung dan Tari Kebaya yang dipersembahkan PBI Yogyakarta.

Sulistyani yang juga kader PDIP menyatakan bahwa Rampak Sarinah bersama PBI akan melaksanakan kampanye kebaya untuk kalangan millenial dan pelajar putri.

“Di beberapa wilayah yang kepala daerahnya kader PDIP misalnya di Bali, Blitar dan Solo, berkebaya sudah menjadi seragam pelajar dan ASN di hari tertentu sesuai Perda setempat,” jelas Sulistyani.

Rampak Sarinah sejak awal mendukung gerakan pelestarian kebaya sebagai warisan budaya Indonesia sebagai bagian dari pelaksanaan ajaran Trisakti Bung Karno.

Sebagai strategi gerakan budaya maka 3 ajaran Trisakti harus dilaksanakan serentak secara simultan yaitu kedaulatan politik, kemandirian ekonomi dan penguatan kepribadian.

“Untuk Trisakti maka kita harus melakukan pembalikan strategi gerakan lingkungan yaitu Think Locally, Act Globally,” kata Eva Sundari yang juga pendiri dan Ketua Kaukus Pancasila tersebut. (ita)

Eva K Sundari Kebaya Rampak sarinah
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.