Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Dosen ITS Bantu Surabaya Bebas Macet

Dosen ITS Bantu Surabaya Bebas Macet

TEKNOLOGI redaksi28/01/2020 - 16:00 WIB

Membantu menghadapi masalah kemacetan dan meningkatkan minat masyarakat Surabaya naik angkutan umum, tim dosen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan inovasi aplikasi bernama Intravtas User dan Intravtas Driver.

Aplikasi tersebut merupakan kolaborasi antara Erma Suryani ST MT PhD, Rully Agus Hendrawan SKom MEng, dan Arif Wibisono SKom MSc yang merupakan dosen Departemen Sistem Informasi ITS bersama guru besar Departemen Matematika ITS Prof Dr Basuki Widodo MSc.

Dengan memanfaatkan model simulasi dan Information and Communication Technologies (ICT), tim merancang aplikasi yang dapat mendeteksi keberadaan pengguna angkot, memonitor ketersediaan angkutan umum, dan memberikan navigasi lalu lintas. “Aplikasi tersebut memanfaatkan sistem GPS dan Maps,” jelas Erma.

Dosen yang pernah menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) ITS itu memaparkan, aplikasi tersebut bekerja dua arah dan tersedia dua pilihan aplikasi untuk penumpang dan juga sopir angkutan umum.

Instrastav User diperuntukkan bagi penumpang, melalui aplikasi tersebut calon penumpang dapat mengidentifikasi lokasi terkini angkutan umum terdekat. “Tidak perlu lagi penumpang menunggu tanpa kepastian di pinggir jalan seperti yang selama ini terjadi,” ujarnya.

Menurut Erma, hal yang membuat penumpang enggan menggunakan transportasi umum seringkali dikarenakan waktu tempuh angkutan umum yang tidak bisa diprediksi. Contohnya untuk angkutan kota (angkot) seringkali menunggu penumpang penuh (ngetem) baru beroperasi atau jalan.

“Dengan aplikasi Intranstav Driver, sopir juga tidak perlu lagi menunggu lama karena sudah terlihat di mana lokasi penumpang yang hendak naik,” tuturnya.

Alumnus S1 Teknik Elektro ITS tersebut mengungkapkan, penyebab utama kemacetan adalah volume kendaraan yang terlalu padat.

Padatnya volume tersebut dikarenakan pengguna jalan raya tidak tertarik untuk memakai alat transportasi umum, sehingga banyak yang menggunakan kendaraan pribadi. “Dengan adanya aplikasi ini, akan lebih menarik pengguna jalan untuk menggunakan transportasi umum,” klaimnya.

Bagi Erma, aplikasi yang sudah sejak 2018 dikembangkan ini menyasar angkutan umum lyn dan bus kota. Dua transportasi umum tersebut mendukung terwujudnya tiga poin yang menjadi tujuan aplikasi ini.
Poin pertama adalah economic sustainability yang menjadikan arus transportasi Surabaya menjadi lebih efektif dan efisien. “Dengan kata lain, kemacetan akan berkurang,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut Erma, poin kedua adalah social sustainability. Hal tersebut berarti solusi yang ditawarkan dapat menjangkau semua kalangan masyarakat. Transportasi yang dipilih pun merupakan angkutan umum yang biayanya sangat terjangkau dan rute yang menjangkau hingga jalanan sempit.

“Kami memanfaatkan alat transportasi yang sudah beroperasi sejak lama dan sudah dikenal masyarakat,” jelas alumnus S2 Teknik Industri ITS dan S3 Industrial Management NTUST, Taiwan ini.

Lalu, poin ketiga yakni environmental sustainability yang merupakan efek terbesar yang ingin dicapai, yakni berkurangnya emisi karbon dioksida (CO2) seiring dengan berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi.

“Selain itu, apabila peminat angkutan umum itu meningkat pesat, besar kemungkinan kualitas angkutan akan di-upgrade menjadi lebih nyaman oleh pemerintah,” harapnya.

Aplikasi yang sudah disosialisasikan kepada perwakilan pengguna dan pengemudi angkutan umum Surabaya ini telah menjalin kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Erma dan tim berharap bahwa ke depan akan ada kerjasama antara ITS, Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Google (sebagai penyedia layanan API), serta provider telekomunikasi sebagai penyedia paket data agar sistem ini dapat dinikmati oleh pengemudi angkot dengan biaya yang sangat terjangkau.

Lebih lanjut, Erma mengatakan bahwa aplikasi ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menanggulangi kemacetan dan tingginya volume kendaraan pribadi untuk mewujudkan Kota Surabaya yang bebas macet. (ita)

Dosen ITS Erma Sryani Intravtas Driver Intravtas User
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Jam Tangan Daur Ulang Mahasiswa ITS

18/10/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.