Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»RI-Australia, Sahabat Sejati

RI-Australia, Sahabat Sejati

PEMERINTAHAN redaksi12/02/2020 - 12:00 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa sahabat sejati adalah yang selalu bersama dalam suka dan duka, “A friend in need is a friend indeed”.

“Tanggal 2 Februari yang lalu satu pleton zeni dari TNI serta sejumlah personel dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 40 personel meninggalkan Indonesia menuju ke New South Wales,” tutur Presiden Jokowi saat memberikan pidato di depan Parlemen Australia, Canberra, Senin (10/2).

Tujuan personel BNPB tersebut, menurut Presiden, yakni bekerja bahu-membahu dengan rakyat Australia untuk menangani kebakaran hutan, dan di saat yang sama tim Indonesia dan Australia juga sedang membahas penjajakan kerja sama untuk modifikasi cuaca.

“Tanggal 23 Desember 2019 yang lalu, saya menyampaikan pesan yang sangat jelas kepada Bapak Scott Morrison bahwa Indonesia akan selalu bersama Australia di masa yang sulit,” ujarnya.

Australia, menurut Presiden, selalu berada di samping Indonesia saat Indonesia terkena musibah. Rakyat Indonesia, lanjut Presiden, tidak akan pernah lupa, tidak akan pernah lupa saat kami tertimpa tsunami di tahun 2004 di Aceh dan Nias.

“Sembilan tentara Australia telah gugur membantu sahabatnya yang tengah berduka di Aceh dan Nias. Mereka adalah patriot, mereka adalah sahabat Indonesia, mereka adalah Pahlawan kemanusiaan,” tambahnya.

Indonesia dan Australia, tambah Presiden, ditakdirkan sebagai tetangga dekat karena tidak ada yang bisa memilih tetangga, tidak bisa, namun dapat memilih untuk bersahabat, dan Australia adalah sahabat paling dekat Indonesia.

Meskipun Indonesia dan Australia memiliki budaya yang berbeda, tambah Presiden, namun memiliki nilai-nilai yang sama, kemajemukan, keberagaman etnis dan toleransi, demokrasi dan kehormatan hak asasi manusia, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup.

“Tidak hanya itu, kaum muda Australia dan Indonesia memiliki kesamaan. Indonesia saat ini memasuki bonus demografi. Jumlah anak muda usia 15-30 tahun sebanyak 63 juta atau 24 persen dari total populasi,” tambahnya.

Kebanyakan anak muda tersebut, tambah Presiden, berwawasan global, ingin berkolaborasi untuk berinovasi, dan Indonesia sekarang memiliki 1 (perusahaan) decacorn serta 4 (perusahaan) unicorn yang dimotori oleh anak-anak muda.

“Anak muda Indonesia dan anak muda Australia terbentuk oleh nilai yang sama. Sama-sama hidup di alam yang demokratis, familier dengan netflix, instagram, facebook, dan saling aktif bertukar pikiran lintas negara,” ujarnya seraya menyampaikan bahwa ini yang menjadi fondasi nilai yang kuat dalam menjalin persahabatan masa kini dan masa depan.

Usia 70 tahun persahabatan Indonesia-Australia, menurut Presiden, bukanlah waktu yang sebentar, dan tujuh puluh tahun adalah masa platinum, sebuah platinum persahabatan yang kokoh.

“Bukan saja persahabatan antarpemerintah dan antarparlemen tetapi juga rakyat kedua negara. Platinum persahabatan tersebut harus kita perkokoh terus, kita harus bersama-sama mempersiapkan saat kemitraan Indonesia-Australia berumur 100 tahun, 30 tahun, 3 dekade dari sekarang,” kata Kepala Negara.

Tahun 2050, menurut Presiden, merupakan 1 abad umur kemitraan kita adalah momen krusial, dan tahun 2050 Indonesia-Australia akan bertransformasi menjadi pemain besar kawasan dan dunia.

Menurut Price Waterhouse Cooper misalnya, sambung Presiden, pada tahun 2050 Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dengan PDB (produk domestik bruto) sebesar USD10,5 triliun.

“Indonesia juga akan menjadi negara emerging market dengan jumlah kelas menengah terbesar ketiga di dunia,” tambahnya. Di lain sisi, lanjut Presiden, tahun 2050 dunia juga diprediksi semakin dipenuhi ketidakpastian.

“Jika tren saat ini berlanjut maka dunia di dekade mendatang akan semakin terdisrupsi. Situasi geopolitik dan geoekonomi dunia semakin berat,” tambahnya. Stagnasi pertumbuhan bahkan resesi ekonomi dunia sulit dihindari, lanjut Presiden, sehingga dikhawatirkan nilai demokrasi dan kemajemukan akan termarjinalkan. (sak)

Australia
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.