Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Jatim Butuh Minimum 3.350 APD Per Hari

Jatim Butuh Minimum 3.350 APD Per Hari

EKONOMI BISNIS redaksi06/04/2020 - 15:00 WIB

Kebutuhan Alat Perlidungan Diri (APD) para tenaga medis, para medis dan frontliner yang terkait dengan penanganan pasien covid-19 di Jawa Timur kian meningkat.

Bahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut bahwa pada masa puncak wabah covid-19, kebutuhan APD di Jawa Timur minimum akan mencapai 3.350 buah per harinya. Satu pasien sehari butuh 23 APD .

Jika diperkirakan puncaknya sampai 150 pasien maka per hari butuh 3.350 APD. Kita berharap itu tidak sampai terjadi tetapi kita harus menyiapkan contigency plan.

Karena itu, gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini terus menyisir industri tekstile dan juga sentra penghasil hazmat, masker dan juga sarana APD medis, untuk bisa mendapatkan kuota harian guna mencukupi kebutuhan APD di tengah wabah covid-19.

Gubernur Khofifah sempat meninjau PT Putrateja Sempurna yang ada di Kota Probolinggo, beberapa hari lalu. Pasalnya, industri tekstil dengan brand cukup terkenal ini mengonversi usaha tekstil fashionnya untuk memproduksi hazmat dan masker hingga tiga bulan mendatang.

Tak tanggung tanggung, kapasitas produksi hazmat industri ini mencapai 1 juta buah per bulan. Sehingga dalam tiga bulan mereka akan memproduksi 3 juta hazmat.

“Saat ini terkonfimasi bahwa APD menjadi kebutuhan di seluruh dunia. Alhamdulillah Pak Walikota Probolinggo menginformasikan ada pabrik yang memproduksi APD sampai satu juta buah per bulan, maka saya ingin datang ke sini untuk meminta kuota harian,” kata Khofifah.

“Artinya kalau produksi perusahaan ini bisa digunakan untuk Jatim saya ingin minta kuota harian. Mengapa harian karena tempat yang lain juga membutuhkan segera untuk APD ini,” lanjutnya.

Dikatakan wanita yang juga mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini, APD menjadi kebutuhan primer untuk memberikan keamanan pada tenaga medis yang terkait dengan penanganan pasien covid-19.

“Karena kalau kita bicara kebutuhan, satu pasien covid-19 itu kita membutuhkan 23 buah APD. Jadi kalau misalnya di RSUD Dr Soetomo, sekarang sedang merawat 11 orang pasien maka ya kebutuhan seharinya adalah 11 dikalikan 23 APD begitu juga rumah sakit lainnya,” tegas Khofifah.

Dengan hitungan tersebut maka menurut Khofifah kebutuhan hazmat dan APD di rumah sakit di Jatim pada puncaknya diperkirakan mencapai 3.350 buah dalam sehari. Sehingga dibutuhkan suplai dalam jumlah yang besar untuk menjamin ketersediaan APD sesuai kebutuhan.

“Maka kita bisa menghitung sampai pada puncaknya , baik APD maupun kebutuhan lainnya agar ketersediaan alkes dan sebagainya aman jika misalnya opsi contigency plan harus kita laksanakan,” katanya.

Dalam kunjungan ini, Gubernur Khofifah memastikan bahwa APD dalam bentuk hazmat yang diproduksi perusahaan ini memenuhi standar WHO dan berkualitas premium.

Di sisi lain, dalam berupaya mencukupi kebutuhan APD di Jatim saat ini ada sebanyak 5 SMK di Jatim yang juga dengan sukarela memproduksi hazmat untuk APD para tenaga medis.

Seperti SMKN 2 Lamongan, SMKN 2 Kalitengah, SMKN Sarirejo, SMKN Sambeng, dan SMK NU 2 Kedungpring. Masing-masing sekolah yang memberikan sensitivitas membuat hamzat itu adalah para siswa jurusan tata busana.

Terkait permintaan Gubernur Khofifah yang meminta kuota harian, Owner PT Putrateja Sempurna HM Supriyono mengaku siap memberikan kuota harian. Untuk jumlahnya akan langsung dikoordinasikan dengan Pemprov Jatim sesuai dengan kebutuhan.

Lebih dari itu ia mengatakan bahan baku produksi hazmat di perusahaannya akan cukup hingga tiga bulan ke depan dengan kapasitas produksi satu juta hazmat per bulan.

“Kita ikuti apa yang menjadi arahan pemerintah untuk peduli corona dan membuat APD. Kita akan memproduksi hazmat 3 juta buah hingga tiga bulan ke depan. Kita juga membuat masker. Ini demi kepentingan nasional, yang produksi fashion kita sampingkan dulu,” ucap Supriyono. (ita)

Alat Perlidungan Diri COVID-19 Virus Corona Virus Korona
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.