Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Finalis ONMIPA Asal UNAND Ungkap Ketatnya Persaingan Nasional dan Harapan Raih Medali
  • BULOG Dorong Peran Kampus dalam Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Campus Preneur di UNS
  • Mahasiswa FK UNAIR Raih Emas ONMIPA-PT 2026, Jadi Peserta Terbaik Bidang Biologi Nasional
  • ITS Tembus Empat Besar ONMIPA-PT 2026, Raih Dua Emas dan Cetak Absolute Winner Bidang Kimia
  • Surabaya Jadi Pilot Project Perlinsos Digital, Verifikasi Penerima Bansos Kini Hanya Butuh 15 Menit
  • Pemkot Surabaya Tingkatkan Kompetensi Damkar Lewat Pelatihan FF2 dan Water Rescue Bersertifikat
  • Gubernur Khofifah Raih Dua Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 Berkat Kinerja Ekonomi dan Ketahanan Pangan
  • Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Rutilahu Terbaik Jawa Timur, Target Tuntaskan 7.196 Rumah pada 2027
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»iStow ITS Siap Rambah ASEAN

iStow ITS Siap Rambah ASEAN

PERISTIWA redaksi13/06/2020 - 14:00 WIB

Satu lagi produk unggulan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang akan dikomersialkan di pasar internasional.

iStow, sebuah piranti lunak stowage planning (perencana posisi muatan di atas kapal) buatan Dr Ing Ir Setyo Nugroho berhasil meraih pendanaan Riset Inovatif Produktif (Rispro) tersebut akan meningkatkan versi aplikasi untuk merambah pasar Asia Tenggara.

Rispro sendiri adalah program pendanaan yang digagas oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan diberikan kepada kelompok periset terpilih dari berbagai institusi.

Kali ini, Yoyok, sapaan akrab dosen ITS ini berhasil mendapatkan pendanaan Rispro Kompetisi Gelombang I tahun 2020.

Dalam program tersebut, Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut (DTTL) atau Seatrans ITS tersebut mendaftarkan penelitian yang berfokus pada kemaritiman dengan judul Hilirisasi Piranti Lunak Stowage Planning Kapal Berstandar Internasional dalam Rangka Menuju Pasar ASEAN dan Industri 4.0.

Alumnus TU Berlin tersebut menjelaskan, aplikasi iStow dibuat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal akibat kesalahan pada proses penataan muatan di atas kapal. Kesalahan tersebut menyebabkan stabilitas kapal bermasalah. “Dan sebagian besar kecelakaan kapal disebabkan oleh permasalahan stabilitas kapal,” ungkapnya.
istow-ITS(5)

Dalam era industri 4.0 ini, tambah Yoyok, segala sesuatu berbasis artificial intelligence (AI) dan big data, sehingga penggunaan iStow dinilai tepat. “Karena dapat menjadikan proses pemuatan kapal menjadi efisien,” ujarnya.

Dikembangkan sejak tahun 2007, iStow telah memiliki lima jenis aplikasi. iStow Container diperuntukkan kapal peti kemas, iStow Tanker digunakan pada kapal tanker, dan untuk kapal Ferry telah dibuat aplikasi iStow Ferry Ro-Ro.

iStow juga menyediakan aplikasi perencanaan pemuatan alat berat melalui jalur laut dengan nama iStow LPH. Tak hanya itu, iStow juga telah merilis aplikasi simulator penanganan muatan dengan nama iStow CHS.

Melalui pendanaan Rispro, Yoyok menuturkan bahwa dalam rangka merambah pasar Asia Tenggara, ia dan tim akan melakukan pengembangan pada semua jenis aplikasi iStow ke versi kedua dengan model tiga dimensi (3D Model).

Tim iStow juga bekerja sama dengan badan klasifikasi berbasis Jerman-Norwegia, DNV-GL, untuk melakukan instalasi dan membuat tampilan (interface) fitur Eco-Assistant.

Fitur Eco-Assistant tersebut, lanjut Yoyok, bertujuan mengoptimalkan trim (perbedaan ketinggian di depan dan belakang kapal). “Sehingga dapat mengefisiensi konsumsi kapal-kapal besar,” tuturnya. Lelaki berkacamata tersebut berencana mengikuti pameran teknologi maritim yang akan digelar di Singapura setelah pengembangan iStow selesai.

Adapun fitur yang melengkapi aplikasi tersebut di antaranya adalah pencatat beban muatan, penghitung otomatis, serta pengecek stabilitas sesuai regulasi International Maritime Organization (IMO). “Dengan adanya iStow, data kapal dan muatannya semakin transparan dan akuntabel,” papar Yoyok.

Keunggulan lain dari piranti lunak buah karya Laboratorium Telematika Transportasi Laut ini adalah sistem yang sudah terintegrasi dengan sistem booking muatan hingga sistem yard planning. Ditambah lagi, iStow secara otomatis juga menyediakan dokumen administrasi yang disesuaikan dengan standar internasional.
istow-ITS

Yoyok menyebutkan bahwa hingga saat ini, iStow merupakan satu-satunya aplikasi stowage planning dalam negeri yang telah tersertifikasi internasional. iStow

telah mendapatkan sertifikasi dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), ClassNK (Nippon Kaiji Kyokai, sebuah Badan Klasifikasi Jepang), Indian Register of Shipping (IRS), serta Registro Italiano Navale (RINA). “Kami juga sedang memproses sertifikasi di Lloyd Register (LR),” tambahnya.

Saat ini, menurut Yoyok, aplikasi iStow telah digunakan oleh beberapa perusahaan pelayaran nasional. Di antaranya adalah PT Meratus Lines, PT Samudera Indonesia, PT Pertamina Shipping, PT Bitumen Marasende, PT Dok & Perkapalan Surabaya (DPS), serta PT Pelayaran Banyuwangi Sejati. “Kami juga sedang menyelesaikan pemasangan iStow untuk PT ASDP Indonesia Ferry,” imbuhnya lagi.

Sedangkan jenis iStow LPH telah digunakan dalam beberapa proyek pengangkutan muatan berat. Seperti pengangkutan jembatan Holtekamp dari Surabaya ke Papua pada 2019 dan pengangkutan offshore jacket untuk keperluan pertambangan minyak.

Tak hanya untuk kepentingan bisnis, jenis iStow CHS untuk simulasi penanganan muatan digunakan untuk pendidikan kepelautan, salah satunya di Politeknik Maritim Indonesia (Polimarin) Semarang.

Telah digunakan secara komersial dalam skala nasional, Yoyok berharap iStow dapat lebih banyak digunakan lagi secara luas, melalui pemasaran internasional. “Semoga kebermanfaatan iStow dapat dirasakan oleh lebih banyak orang lagi,” pungkasnya penuh harap. (ita)

Dr Ing Ir Setyo Nugroho iStow Riset Inovatif Produktif
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Finalis ONMIPA Asal UNAND Ungkap Ketatnya Persaingan Nasional dan Harapan Raih Medali

13/06/2026 - 02:01 WIB

BULOG Dorong Peran Kampus dalam Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Campus Preneur di UNS

13/06/2026 - 01:46 WIB

Mahasiswa FK UNAIR Raih Emas ONMIPA-PT 2026, Jadi Peserta Terbaik Bidang Biologi Nasional

12/06/2026 - 23:20 WIB

ITS Tembus Empat Besar ONMIPA-PT 2026, Raih Dua Emas dan Cetak Absolute Winner Bidang Kimia

12/06/2026 - 21:21 WIB

Surabaya Jadi Pilot Project Perlinsos Digital, Verifikasi Penerima Bansos Kini Hanya Butuh 15 Menit

12/06/2026 - 17:30 WIB

Pemkot Surabaya Tingkatkan Kompetensi Damkar Lewat Pelatihan FF2 dan Water Rescue Bersertifikat

12/06/2026 - 02:48 WIB

Comments are closed.

Finalis ONMIPA Asal UNAND Ungkap Ketatnya Persaingan Nasional dan Harapan Raih Medali

13/06/2026 - 02:01 WIB

BULOG Dorong Peran Kampus dalam Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Campus Preneur di UNS

13/06/2026 - 01:46 WIB

Mahasiswa FK UNAIR Raih Emas ONMIPA-PT 2026, Jadi Peserta Terbaik Bidang Biologi Nasional

12/06/2026 - 23:20 WIB

ITS Tembus Empat Besar ONMIPA-PT 2026, Raih Dua Emas dan Cetak Absolute Winner Bidang Kimia

12/06/2026 - 21:21 WIB

Surabaya Jadi Pilot Project Perlinsos Digital, Verifikasi Penerima Bansos Kini Hanya Butuh 15 Menit

12/06/2026 - 17:30 WIB

Pemkot Surabaya Tingkatkan Kompetensi Damkar Lewat Pelatihan FF2 dan Water Rescue Bersertifikat

12/06/2026 - 02:48 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.