Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Yulianto, Penjaga Pos Gunungapi Babadan

Yulianto, Penjaga Pos Gunungapi Babadan

PERISTIWA redaksi01/08/2020 - 16:00 WIB

Menggunakan teropongnya menatap lurus puncak Gunung Merapi, pria setengah baya itu kembali tersenyum lega. Sudah beberapa waktu Merapi kembali menampakkan keindahan dan keanggunannya, awan pun bergerak mulai meninggalkan sisi-sisi gunung, semakin memanjakan mata beberapa tamu yang datang di Pos Pengamatan Gunung Api Merapi Babadan, Jumat (24/07) sore itu.

Hari itu Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Saleh Abdurrahman bersama rombongan meninjau salah satu pos pengamatan gunung api, saksi kedahsyatan letusan Gunung Merapi di 2010.

Namanya Yulianto, Pengamat Gunung Api yang sudah dari tahun 1992 bertugas di Pos Pengamatan Gunungapi Merapi Babadan, Dusun 2, Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Seakan sudah menyatu dengan gunung yang dijaganya, pria ini memiliki kebanggaan menjaga masyarakat dari bahaya gunung api meski harus bekerja di tempat sepi yang jauh dari pemukiman.

“Menjadi kebanggan tersendiri sebagai Pengamat Gunung Api, bisa memberi informasi dan peringatan kepada warga sekitar sehingga tidak jatuh korban. Dari tahun 2000-an, kemudian 2001, 2006, dan yang terakhir agak berbeda di 2010 alhamdulillah bisa memberikan informasi yang didengar warga sekitar,” tuturnya bangga.

Ia mengaku seakan memanggul beban ketika bencana 2010 datang. Letak Pos Babadan berjarak sekitar 4,4 kilometer arah barat laut dari puncak Merapi,

“Meski di pos ini relatif aman, dua hal selalu saya pikirkan siang malam, kondisi gunung dan juga masyarakat. Hari itu pos yang ada di dusun terdekat dengan puncak juga dikosongkan. Kita pindah ke Balai Desa Krinjing berada di bawah Pos Babadan berjarak sekitar 6,5 kilometer dari puncak Merapi. Informasi terus kita berikan kepada masyarakat,” kisah Yulianto.

Pria yang keluarganya ada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) – 2 di Desa Tlogolele, Selo, kabupaten Boyolali ini mengaku mencintai gunung sejak kecil dan bekerja sebagai Pengamat Gunung Api sudah menjadi panggilan hatinya.

“Saat masih anak-anak, saya sering diajak Bapak bertugas di Pos Pengamatan Babadan maupun di Pos Jrakah. Sempat saya mencari kerja yang lainnya tapi tidak sreg. Pas ada pembukaan sebagai Pengamat Gunung Api di tahun 1992 saya merasa itulah panggilan saya,” kenangnya.

Peristiwa letusan Merapi di tahun 2010 menjadi kenangan tersendiri buat Yulianto. Hewan-hewan turun dari gunung, banyak kera berkeliaran, tidak pernah menyangka akan meletus sehebat itu.

“Dan susah sekali untuk mendapat momen letusannya, saat itu hasil kamera hitam, alat-alat juga menjadi tak berfungsi di saat detik-detik letusan, setelahnya normal. Seakan Merapi tidak mau didokumentasikan saat ia meletus hebat,” pungkasnya.

Gejala letusan besar Gunung Merapi telah muncul pada tahun 2009, ditandai dengan terjadinya gempa vulkanik. Selain itu, terjadi pula perubahan deformasi pada tubuh Gunung Merapi. Tanggal 20 Oktober waktu itu aktivitas gempanya sudah sangat tinggi, mencapai ratusan kali sehari, pengembangannya sudah mencapai 10 cm perhari.

Status Awas pun ditetapkan pada 25 Oktober 2010. Erupsi pun dimulai 26 Oktober 2010, dan diikuti letusan-letusan yang lebih eksplosif. Pada 3 November 2010, awan panas mulai muncul. Sehari setelahnya, gempa tremor overscale terjadi terus menerus, serta terjadi peningkatan massa SO2 di udara mencapai lebih dari 100 kiloton.

Puncaknya pada 5 November 2010, kubah lava runtuh dan mengakibatkan awan panas mencapai 15 kilometer dari puncak gunung, meluncur ke arah Kali Gendol. Ketika itu, radius aman ditetapkan sejauh 20 kilometer dari puncak gunung, karena erupsi terus menerus dan peningkatan jumlah SO2 di udara. Sehari kemudian, gempa tremor masih berlangsung, massa SO2 mencapai puncaknya, yakni 250-300 kiloton. (ist)

Pos Gunungapi Babadan Yulianto
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.