Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Mampukah Perhotelan dan Pariwisata Bangkit

Mampukah Perhotelan dan Pariwisata Bangkit

JALAN-JALAN redaksi22/08/2020 - 16:00 WIB

Industri perhotelan dan pariwisata menjadi salah satu sektor yang tidak bisa lepas dari dampak Pandemi Covid-19. Lantas, bagaimana keadaan industri itu saat ini?

Topik inilah yang menjadi bahan diskusi pada seminar daring yang diselenggarakan Program Studi D3 Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi (FV) UNAIR pada Jumat (14/08).

Dalam seminar daring itu, Rhoy David Kurniawan SS SPd, selaku manager pembelajaran dan pengembangan Raffles Hotel, Bali, menjadi pembicara. Rhoy –panggilannya–mengungkapkan bahwa kondisi industri perhotelan dan pariwisata saat ini sangat parah.

Bahkan, sembilan kali lebih parah daripada dampak ekonomi akibat Serangan 11 September 2001 yang dialami Amerika Serikat.

“Dampak Covid-19 di dunia perhotelan sangat besar. Bisa dibilang kondisi saat ini kacau sekali,” ucapnya dalam acara yang diikuti 114 peserta dari berbagai latar belakang itu.

Lantas apakah sektor perhotelan dan pariwisata dapat bertahan?. Rhoy mengungkapkan, perkembangan bidang perhotelan masih berlanjut hingga kini. Accor (salah satu perusahaan perhotelan multinasional, Red) mencatat, 12.000 kamar baru akan dibangun.

Meski begitu, Accor memprediksi, hingga akhir tahun 2020, akan ada sekitar 400 juta pelancong di seluruh dunia. “Sebenarnya angka itu tidak banyak. Itu adalah angka yang sepadan dengan kondisi 35 tahun yang lalu. Jadi, ibaratnya kita mundur ke 35 tahun lalu,” ungkap Rhoy.

Keadaan tersebut sangat memprihatinkan. Demi bertahan di tengah pandemi, industri perhotelan harus menyesuaikan gaya hidup normal baru.

Berbagai cara dilakukan. Mulai membekali hotel dengan ALLSAFE Certification, merombak mekanisme check in, melakukan pembayaran hanya dengan credit card, hingga menyediakan dokter 24 jam. “Inilah cara-cara yang kami tempuh,” timpal Rhoy.

Berdasar data dari American Hotel & Lodging Association (AHLA), Rhoy menuturkan bahwa hampir 1,6 juta pegawai hotel dirumahkan. Selain itu, delapan dari sepuluh kamar hotel mangkrak, sepi pelanggan. AHLA menyatakan bahwa 2020 adalah tahun terburuk sepanjang sejarah industri perhotelan.

Bukan hanya itu, imbuh Rhoy, sebanyak 1.226 hotel tutup akibat pandemi Covid-19. Sementara 150.000 pekerja perhotelan kehilangan pekerjaan. Sedangkan hampir 90 persen hotel di bawah naungan Accor, memutuskan untuk tutup.

“Ini adalah momen kita belajar. Kami percaya industri ini akan bertahan dan pulih,” ujar Rhoy.

Sebagai informasi, Pemerintah Bali telah membuka sektor pariwisata bagi turis lokal sejak Juli lalu. Sedangkan turis mancanegara dapat kembali menikmati pesona Bali mulai akhir September mendatang. (ita)

Dunia Perhotelan Pariwisata
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.