Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Simak Tren Baru Sektor Pariwisata

Simak Tren Baru Sektor Pariwisata

JALAN-JALAN redaksi26/08/2020 - 16:00 WIB

Pariwisata merupakan salah satu sektor penghasil pendapatan negara yang cukup besar. Sayang, pandemi memberikan dampak penurunan pendapatan yang signifikan bagi sektor pariwisata.

Bahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Whisnutama telah menaksir bahwa pandemi berisiko merugikan sektor pariwisata hingga US$4 miliar atau sekitar Rp 54,6 triliun.

Hal tersebut diperkuat berdasar data dari Kemenparekraf bahwa pada Juni 2020 wisatawan mancanegara (Wisman) hanya berjumlah 160.282 kunjungan. Artinya, terjadi penurunan -88,82% jika dibandingkan dengan jumlah wisman pada Juni 2019 yang mencapai 1.434.103 kunjungan.

Permasalahan tersebut yang membuat program studi D3 Kepariwisataan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menggelar kuliah tamu pada pekan lalu secara daring, menghadirkan Fitria Earlike Anwar Sani sebagai narasumber.

Ia merupakan akademisi serta praktisi di bidang pariwisata. Fitria sudah cukup lama berkecimpung di dunia pariwisata, bahkan saat ini ia tengah menempuh studi doktoral pada bidang tersebut.

Fitria mengatakan bahwa pandemi membawa sektor pariwisata terhadap paradigma baru.“Pandemi membuat pariwisata memasuki paradima baru, yaitu quality tourism,” ucapnya. Ia memaparkan bahwa quality tourism memiliki 4 komponen.

“Quality tourism itu memiliki 4 komponen. Pertama, pariwisata itu harus menghargai budaya dan lingkungan lokal. Kedua, daya beli masyarakat berdampak pada ekonomi lokal. Ketiga, pariwisata yang memberikan kontribusi jadi tidak hanya bersenang – senang. Keempat, menginspirasi orang lain,” jelasnya.

Sebelumnya wisata yang mengundang kerumunan serta dikunjungi banyak orang dengan biaya murah merupakan wisata yang selalu menjadi pilihan. Namun, akibat adanya pandemi menjadikan pilihan wisata masyarakat berubah.

“Dulu kita mencari wisata yang ramai dan murah. Tapi sekarang berubah karena adanya pandemi. Kita akan beralih kepada wisata dengan daya tarik berbeda seperti wisata yang menerapkan physical distancing,” papar Fitria.

“Jadi, kita cenderung memilih wisata yang sepi dan dilaksanakan secara outdoor seperti wisata alam. Masyarakat juga akan mempertimbangkan wisata yang dilengkapi fasilitas yang menunjang penerapan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan yang mudah diakses meski masyarakat harus membayar lebih mahal,” imbuhnya.

Agar pemilik usaha sektor industri bisa bertahan maka ada beberapa tren baru yang harus menjadi pertimbangan, yaitu. Pertama adalah amenities “Amenities, yang tadinya kita cenderung ke harga rendah tapi sekarang pada aspek ini harus mengutamakan aspek hygiene sehingga harga tidak terlalu berpengaruh,” ucap Fitria.

Kedua adalah access, saat melakukan perjalanan wisata masyarakat mempertimbangkan untuk menggunakan transportasi yang murah namun pandemi menciptakan tren baru terhadap pandangan masyarakat.

“Bila dulu kita mempertimbangkan transportasi serta biaya yang murah seperti memilih penerbangan yang mengharuskan masyarakat harus transit lebih dulu, sekarang sudah berubah jadi penerbangan direct yang diutamakan,” paparnya.

Ketiga adalah attraction, destinasi yang tengah viral dan menjadi perbincangan kini tak lagi menjadi pilihan. “Biasanya dulu mencari yang viral, sekarang berubah menjadi wisata yang sejuk, sepi, dan jauh dari kerumunan,” ujarnya.

Keempat yaitu pola promosi yang ikut berubah saat ini. “Jika sebelumnya kita promosinya mass tourism yang murah sekarang beralih ke premium class,” ujarnya.

Kelima adalah people, bila sebelumnya kualitas sumber daya manusia dititikberatkan pada kompetensi yang dimiliki namun saat pandemi seperti ini ikut mengalami perubahan. “Dulu sumber daya manusia dititikberatkan pada aspek kompetensi tetapi sekarang berubah dengan menitikberatkan pada SOP safety and hygiene,” pungkas Fitria. (ita)

Sektor Pariwisata
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.