Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Sejarah Obat Tradisional di Indonesia

Sejarah Obat Tradisional di Indonesia

KESEHATAN redaksi07/12/2020 - 16:00 WIB

Tanaman herbal merupakan kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia. Tanaman tersebut biasa diolah menjadi obat tradisional. Namun ternyata, tanaman obat tradisional lebih dulu eksis jika dibandingkan dengan pengobatan konvensional.

“Sebenarnya pengobatan tradisional itu sudah ada dari dulu sebelum ada pengobatan konvensional,” ujar Myrna Adianti SSi MKes PhD pada workshop BAXIE, pekan lalu.

Dosen Program Studi Pengobat Tradisional Fakultas Vokasi Universitas Airlangga tersebut menyebutkan bahwa pengobatan tradisional yang ada tidak hanya mengonsumsi obat herbal, tapi tindakan non-medis juga termasuk di dalamnya seperti akupuntur, akupresure, massage, yoga, dan lainnya.

Indonesia sudah dikenal dengan jamunya seperti beras kencur, kunyit asam, dan lain–lain. Tak sedikit dari kalangan masyarakat yang mengonsumsi jamu untuk menjaga kesehatannya.

“Jamu itu pengobatan tradisional yang berasal dari Indonesia. Tujuannya, merawat gejala di dalam tubuh dan sudah diturunkan dari generasi ke generasi,” ucap Myrna pada workshop yang digagas Program Studi Pengobat Tradisional FV UNAIR.

Ia menjelaskan bahwa jamu kebanyakan dari Jawa Tengah, tepatnya dari keraton di sana. Banyak buku yang berasal dari perpustakaan keraton banyak yang mencantumkan komposisi jamu yang digunakan untuk merawat raja dan orang-orang darah biru.

“Raja dan orang penting ini kan tidak boleh sakit. Jika sakit, akan membuka jalan musuh untuk memenangkan pertempuran,” ungkapnya.

“Tetapi bukan hanya kerajaan di Jawa, ada banyak kerajaan di Indonesia yang ada di daerah lain juga punya resep jamu sendiri,” imbuh Myrna.

Jamu diklaim sudah ada di Indonesia dari 1300 tahun lalu saat Kerajaan Mataram berjaya. Bukti yang memperkuat klaim tersebut adalah adanya ukiran di beberapa candi seperti Candi Borobudur.

“Dalam ukiran Candi Borobudur itu, ada beberapa bagian yang menunjukkan tentang kehidupan masyarakat dengan gambaran memegang mortal untuk menumbuk bahan. Ada juga gambaran seperti pemijat yang sedang melakukan tugasnya,” tuturnya.

Jamu bisa dikemas dalam bentuk serbuk, pil, kapsul, dan cairan. “Umumnya penjual jamu itu yang secara tradisional, dia langsung menjual dalam bentuk cair,” terangnya. Namun, sekitar 1960an, mulai berkembang depot jamu yang menjual produk jamu dalan bentuk serbuk, pil, dan kapsul.

“Depot jamu ini tidak menyediakan dalam bentuk jadi. Pembelinya bisa request. Jadi, menurut saya ini produk yang tradisional, tapi dikemas dalam bentuk modern dan bisa berkembang, bahannya juga lebih awet untuk disimpan,” tandas Myrna. (ita)

Obat Tradisional tanaman herbal
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.