Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Temuan Mahasiswa Unair Exchange Korsel

Temuan Mahasiswa Unair Exchange Korsel

KOMUNITAS redaksi21/01/2021 - 16:00 WIB

Salah seorang mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga diketahui sedang menjalani program exchange di Korea Selatan. Dia adalah Muhammad Fuad Izzatul Fikri yang merupakan mahasiswa angkatan 2017.

Fuad –sapaan akrabnya– memberangkatkan diri ke Korea Selatan pada Agustus 2020. Keberangkatannya menuju Jeonbuk National University, Korea Selatan, sekaligus menjadi satu-satunya delegasi Ksatria Airlangga di Negeri Gingseng.

“Korea Selatan kerap menjadi negara rujukan oleh peneliti budaya populer. Hal tersebut menjadi alasan akademis yang menarik terkait keberangkatan saya menjalani exchange,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Sistem pendidikan Korea, lanjut Fuad, merupakan perwujudan sistem pendidikan mutakhir yang sangat rapi, kondisi masyarakat yang supportif, dan pengajar yang memberikan komentar yang membangun. Selain itu, hidupnya budaya Korea yang notabene masih terasa asing membuat Fuad harus tanggap dalam beradaptasi.

Bahkan, dia mengaku harus ekstra hati-hati dalam memilih makanan untuk dikonsumsi dengan memperhatikan kehalalannya. Di Korea Selatan-lah, Fuad mengaku mulai menyadari pentingnya membangun jejaring internasional dan meraup sebaik mungkin international exposure.

Selain itu, Fuad mengaku banyak mempelajari iklim pendidikan, sosial, politik, dan budaya masyarakat. Hal yang menarik adalah upaya masyarakat dalam beradaptasi pada setiap kondisi, terutama musim dingin bersalju yang menimpa Korea Selatan.

“Kalau dilihat dari foto, salju itu bagus dan estetik. Namun, belakangan banyak pemberitaan kecelakaan akibat dari salju. Jadi, saya belajar bahwa estetika juga dapat membahayakan, maka harus hati-hati,” ungkap peraih medali emas pada PIMNAS 2020 itu.

Fuad mengaku, suhu di Jeonju sempat mencapai minus 20 derajat. Dan, sebagai orang tropis, dia sempat kewalahan dan kaget. Maka, sembari menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia, Fuad memutuskan berpindah ke Busan, mengingat suhu Busan relatif lebih hangat daripada Jeonju.

Tepat di Busan-lah Fuad menemukan keunikan lagi. Dia menemui dialek-dialek khas warga asli Busan yang disebut dengan satori. Dalam bahasa Korea, satori menarik untuk didengar, terutama dari warga lokal Busan. Dari hal itu, Fuad belajar untuk membandingkan dialek nasional Korea Selatan dengan dialek daerah.

“Menjalani exchange di negara dengan beda kultur harus memiliki kesiapan mental dalam beradaptasi. Selain itu, kemauan untuk menyatu dan memahami budaya dengan masyarakat setempat akan menjadi kunci yang memudahkan dalam bertahan,” imbuhnya.

Untuk mahasiswa yang berminat mengikuti exchange, Fuad berpesan agar mempersiapkan diri sebaik mungkin. Sebab, menjadi mahasiswa pertukaran itu memerlukan syarat yang tidak mudah. Selain itu, pemahaman terhadap gaya hidup dan budaya negara tujuan harus dipelajari. (ita)

Mahasiswa Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.