Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Tree of Life, Desain Suasana Alam

Tree of Life, Desain Suasana Alam

PERISTIWA redaksi18/06/2021 - 16:00 WIB

Beberapa kota besar di Indonesia seakan telah banyak kehilangan ruang untuk sekadar memanjakan mata pada suasana alami. Kelangkaan tersebut melatarbelakangi munculnya ide desain dari Ferdy Pradipta Zulfaninata, mahasiswa Departemen Desain Interior Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diberi judul Tree of Life.

Desain inovatif tersebut menyuguhkan nuansa alam di dalam pusat perbelanjaan yang berada di tengah kota. Sesuai dengan judul karya tersebut, Ferdy membuat suatu desain private space pada pusat perbelanjaan, dengan ikon pohon sebagai konsep utama.

Dijelaskan Ferdy, pemilihan pohon didasarkan pada hakikat pohon yang diibaratkan sebagai penjaga lingkungan, simbol utama dari alam. “Ornamen pohon dipilih karena saya ingin menyajikan nuansa alam yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Pohon yang sangat erat kaitannya dengan alam ini, dimaknai lebih oleh Ferdy sebagai filosofi kehidupan. Selain ingin menciptakan suasana yang diinginkan, ia ingin menyampaikan pesan bahwa perjalanan hidup manusia tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan pohon. “Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpa,” ucap Ferdy.

Mahasiswa berkacamata ini melanjutkan, pada desain yang ia garap aksen pohon diubah dan diolah hingga menjadi empat bagian. Pembatas antarruangan tersebut terinspirasi dari daun-daun dengan konsep modular. Selain itu terdapat penggunaan material yang kontras dengan maksud untuk menyampaikan secara psikologis dan menciptakan persepsi akan adanya pembatasan pada anjuran membuat jarak dalam ruang yang desain tersebut.

Membagikan sudut pandangnya, selain dapat dinikmati dari segi estetika, suatu desain harus dapat dengan baik dimanfaatkan secara fungsional. Salah satu bagian dalam desainnya menggunakan bentuk compact, di mana dapat difungsikan sebagai tempat duduk jika ditarik. Jika tidak, pengunjung dapat menggunakannya sebagai spot foto yang menarik dan instagramable.

Karya yang telah dipersiapkan lama oleh Ferdy ini berhasil mendapatkan penghargaan medali emas dan predikat gagasan terbaik pada ajang Bharatika Creative Design Fest 2021 kategori Desain Interior. Desain buatannya dikemas dengan baik serta memfasilitasi produk yang disediakan dengan estetika yang baik, dan inovasi keterbaharuan yang orisinal.

“Berhasil memperoleh penghargaan pada kompetisi ini merupakan salah satu mimpi saya sejak masih menjadi mahasiswa baru,” tuturnya.

Menjadi pemenang, bukanlah satu-satunya keinginan yang disebutkan Ferdy. Perhatian mahasiswa akan ide produk yang dapat selalu memanfaatkan dan menyertakan kearifan lokal, menjadi salah satu harapannya.

Keterlibatan kearifan lokal ini dapat ditinjau dari segi filosofis, kombinasi material, hingga teknis pengaplikasiannya. “Jangan mudah menyerah untuk terus bereksplorasi, menemukan ide baru, berkarya, dan berinovasi,” tandasnya. (ita)

ITS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.