Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Mahasiswa ITS Gagas Emisi Nol Karbon

Mahasiswa ITS Gagas Emisi Nol Karbon

PERISTIWA redaksi26/06/2021 - 14:00 WIB

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tidak henti-hentinya menggagas sebuah ide baru yang inovatif atau mengembangkan ide yang sudah ada.

Kali ini, tiga mahasiswa dari Departemen Teknik Geofisika ITS menggagas sebuah ide untuk menghasilkan ekstraksi lithium langsung dari geothermal brine di Indonesia untuk mengurangi emisi karbon.

Ketiganya adalah Dina Yulianita, Rizka Amelia, dan Hilda Liliana Sihombing yang semuanya merupakan mahasiswi angkatan 2017. Mereka menyoroti masalah terkait isu lingkungan yang kerap menjadi perbincangan hangat masyarakat, terutama perubahan iklim karena banyaknya emisi karbon.

Menurut Dina Yulianita, ketua tim, sudah saatnya untuk menggunakan energi bersih dan terbarukan guna mengurangi dampak perubahan iklim tersebut, salah satunya dengan baterai lithium. “Cadangan lithium sendiri dapat ditemukan di batuan pegmatite dan brine water,” ujar Dina.

Ia menjelaskan bahwa produk brine merupakan salah satu hasil dari geotermal yang nantinya akan diinjeksikan kembali ke dalam bumi.

Seperti yang sudah diketahui, potensi Indonesia akan sumber energi geotermal sangat kaya karena terletak di “Cincin Api”, sehingga bukan menjadi suatu masalah besar untuk menghasilkan ekstraksi lithium.

“Terdapat tiga cara yang sudah terbukti optimal untuk ekstraksi langsung lithium dari geothermal brine, yaitu adsorpsi, pertukaran ion, dan elektrodialisis,” ungkap Dina.

Meskipun terdapat tiga cara yang berbeda, lanjut Dina, ekstraksi langsung ini memiliki prinsip pemisahan ion lithium dari geothermal brine sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku baterai lithium.

Menurut Dina, metode ekstraksi ini sudah dilakukan di beberapa lapangan geotermal di luar negeri, sebut saja di lapangan geotermal Salton Sea, California, Amerika Serikat.

Namun, Indonesia baru melakukan eksplorasi besar-besaran untuk mencari cadangan nikel yang juga menjadi bahan baku pembuatan baterai lithium. “Jadi kami ingin ide ini diterapkan di Indonesia agar nantinya dapat memproduksi baterai lithium secara mandiri,” tuturnya.

Gagasan dari mereka yang disampaikan melalui video tersebut berhasil mendapatkan apresiasi juara 3 dalam ajang Petroleum Euforia 2021 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Seksi Mahasiswa STT Migas Balikpapan secara daring, belum lama ini.

Dengan segala keterbatasan dan dalam waktu singkat, mereka melakukan berbagai riset terkait isu lingkungan dan energi sehingga melahirkan sebuah gagasan hebat yang dapat menjadi solusi bagi Indonesia.

“Kami berharap dari banyak pihak dapat mendengar aspirasi kami dan dilakukan penelitian lebih lanjut sehingga gagasan kami dapat direalisasikan,” harapnya.

Lebih lanjut, dengan direalisasikannya gagasan tersebut, Indonesia diharapkan dapat menghemat biaya untuk melakukan impor lithium dari luar negeri dan ikut berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon secara global. (ita)

emisi nol karbon
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.