Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»PNM Mekaar Berdayakan UMKM

PNM Mekaar Berdayakan UMKM

KOMUNITAS redaksi01/07/2021 - 13:00 WIB

Bagi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, urusan BUMN tak sekadar berbicara korporasi besar. Melampaui hal itu, tujuan utama perusahaan pelat merah adalah kesejahteraan rakyat.

Erick mencontohkan pencapaian yang diraih PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Dalam akun Instagram yang dimilikinya, Menteri BUMN itu mengunggah video tentang bagaimana berdayanya Mak Iyah seorang pengrajin Payung Geulis di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Mak Iyah adalah nasabah PNM Mekaar yang mampu melukis payung menjadi geulis atau cantik dalam bahasa Sunda, dalam waktu 5 menit saja. Mak Iyah yang saat ini sudah berumur 76 tahun mulai melukis payung sejak duduk di bangku SD.

Melalui keterampilannya dalam sehari Mak Iyah bisa melukis hingga 50 payung dan siap dipasarkan. Berdayanya Mak Iyah dan rekan-rekan sesama pengrajin payung geulis, menurut Erick, adalah salah satu peran PNM selaku BUMN yang memiliki fokus pada pemberdayaan masyarakat.

“Semangat Mak Iyah dan seluruh nasabah PNM Mekaar yang sering saya temui ini yang menambah semangat kami di BUMN. Menambah motivasi kami untuk tidak putus asa dalam memberi kemajuan untuk sesama dan bekerja untuk kemajuan Indonesia,” tutur Erick.

Bahkan Erick tak segan mencantumkan akun Instagram @payunggeulistasikmalaya dan @payung_tasik agar masyarakat bisa langsung memesannya.

Selain Mak Iyah, dalam instagram menteri yang sukses mendapatkan pengakuan internasional atas keberhasilannya menjadi Ketua Penyelenggara Asian Games 2018 itu, ada pula video kisah inspiratif salah satu nasabah PNM ULaMM, Lilis Sumiati.

Lilis adalah seorang pengusaha tahu sejak 1999. Awalnya Lilis dan suaminya hanya mampu memproduksi 7 kg tahu per hari. Namun setelah lebih berdaya dengan bantuan BUMN tersebut kini pabrik yang dimiliki Lilis mampu membuat 3 ton tahu.

Perempuan paruh baya itu pun kini sudah mempekerjakan sekitar 50 orang pegawai dari hanya 4 orang saja ketika awal membuka usaha. Lilis mengakui untuk modal usaha membeli kedelai per hari saat ini dia butuh sekitar Rp50 juta. Untuk mengembangkan usahanya Lilis beserta pekerjanya menawarkan langsung produk tahunya ke pasar-pasar.

“Harapan saya punya pabrik, pengen buka lapangan kerja supaya enggak banyak pengangguran,” ujar Lilis menuturkan cita-citanya.

Erick merespon hal itu dengan positif. Keberhasilan Lilis, kata dia, selain atas upaya pemerintah yang aktif mendukung ekonomi kerakyatan khususnya lewat PNM, disokong pula oleh tekad yang kuat dari para pelaku usaha.

“Ibu Lilis membuka jalan untuk para penganggur agar bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Salut dengan semangat Ibu Lilis yang berhasil membuka pabrik tahu sebagai lahan usaha baru. Saya percaya setiap orang yang mau berusaha pasti ada jalannya,” imbuh Erick.

Ke depan, untuk melebarkan kepak sayap PNM melalui Kementerian BUMN pemerintah akan melakukan holding yang melibatkan pula PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., serta PT Pegadaian (Persero). Ketiganya diharapkan bersinergi dalam pemberdayaan segmen usaha ultra mikro dalam holding BUMN Ultra Mikro (UMi).

Erick menyampaikan pembentukan holding ultra mikro merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap para pelaku UKM dan ultra mikro. UKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan UKM di tengah pandemi.

“Model bisnis ekosistem ultra mikro akan fokus pada pemberdayaan bisnis melalui PNM, dan pengembangan bisnis melalui Pegadaian dan BRI untuk membuat usaha mikro naik kelas sehingga bisa memasuki tahapan yang lebih tinggi,” kata Erick.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan melalui holding BUMN di segmen UMi dan UMKM akan memacu masyarakat terkategori prasejahtera memiliki akses pendanaan yang lebih terstruktur dalam satu ekosistem. Harapannya, masyarakat prasejahtera bisa cepat ‘naik kelas’ dan memperbesar usaha mereka bahkan membantu dalam penyerapan tenaga kerja.

Melalui holding yang melibatkan pihaknya dengan BRI dan Pegadaian, Arief optimis pertumbuhan bisnis dan aktifitas pemberdayaan PNM ke depan berpotensi makin besar dan nasabah program PNM Mekaar akan memperoleh keuntungan yang lebih baik lagi, seperti penurunan bunga pinjaman.

Hingga 21 Juni 2021 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 19,45 triliun kepada nabasah PNM Mekaar yang berjumlah 9,7 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 2.902 kantor layanan Mekaar dan 688 kantor layanan ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 415 Kabupaten/Kota, dan 4.820 Kecamatan. (sak)

BUMN PNM Mekaar UMKM
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.