Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»OLAHRAGA»Sudahi Penantian Panjang 19 Tahun

Sudahi Penantian Panjang 19 Tahun

OLAHRAGA redaksi20/10/2021 - 14:00 WIB

Sebuah smes lompat menyilang dari sudut kanan lapangan permainan Jonatan Christie yang tak mampu dijangkau pemain Tiongkok, Li Shi Feng, membuat puluhan penonton asal Indonesia berteriak histeris. Suara mereka memenuhi seluruh sudut Ceres Arena, sebuah gelanggang olahraga tertutup berkapasitas 4.394 kursi penonton di kawasan Aarhus Sports Park, pada Minggu (17/10) sore waktu setempat.

Tak berapa lama, belasan orang berseragam serba merah pun berhamburan ke tengah lapangan sambil membawa bendera Merah Putih. Arena olahraga di Aarhus, kota kedua terbesar di Denmark–setelah ibu kota Kopenhagen–menjadi saksi bisu akhir dari sebuah penantian panjang selama 19 tahun bagi tim beregu bulu tangkis Indonesia.

Mereka akhirnya mampu membawa pulang Piala Thomas ke tanah air untuk ke-14 kalinya setelah terakhir merebutnya pada 2002. Saat itu, dalam final di Guangzhou, Tiongkok, Merah Putih yang dimotori Taufik Hidayat dan kawan-kawan menyikat Malaysia dengan skor tipis, 3-2. Indonesia pernah dua kali berpeluang merebut Piala Thomas, namun di partai final 2010 dan 2016 kalah oleh lawan-lawannya.

Pertemuan Indonesia kontra Tiongkok di Aarhus bukan kali pertama. Tercatat sudah enam kali kedua negara kiblat bulu tangkis dunia itu saling mengalahkan pada final perebutan piala yang namanya diambil dari atlet serba bisa Inggris dan juara 21 kali All England, Sir George Alan Thomas.

Dalam lima pertemuan terakhirnya, Tiongkok unggul 3-2 atas Indonesia. Diawali pada final 1982 di London, Indonesia saat itu harus menelan pil pahit dikalahkan pendatang baru Tiongkok dengan skor ketat 4-5. Padahal ketika itu Indonesia merupakan pemegang titel juara tujuh kali nyaris beruntun sejak merebut pertama pada 1958 silam dan hanya terpotong di 1967 kala Malaysia merampasnya.

Pada 1984, Indonesia ganti mengalahkan Tiongkok dengan skor tipis, 3-2. Tiongkok membalas pada partai final di hadapan pendukung Indonesia di Jakarta dua tahun kemudian dengan skor 3-2. Kemudian pada 2000 Indonesia kembali merebut Piala Thomas untuk ke-13 kalinya setelah menaklukkan Tiongkok dengan skor telak, 3-0.

Dengan skor 3-0 itu juga Jonatan Christie dan kawan-kawan berhasil membungkam Tiongkok di Aarhus dan membuat skor pertemuan untuk sementara menjadi imbang 3-3. Indonesia sekaligus menggagalkan upaya Tiongkok menyandingkan Piala Thomas dengan Piala Uber yang sehari sebelumnya berhasil direbut tim beregu putri. He Bing Jiao dan kawan-kawan merebut Piala Uber untuk ke-15 kali setelah sukses menaklukkan Jepang 3-1 di laga final.

Sementara itu, hingga saat ini baru dua negara yang mampu menyandingkan Piala Thomas dan Piala Uber, yaitu Indonesia dan Tiongkok. Indonesia melakukannya pada 1994 dan 1996. Sementara Tiongkok tercatat telah enam kali masing-masing pada 1986, 1988, 1990, 2004, 2008, dan 2012. (indonesia.go.id)

Indonesia juara Piala Thomas
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.