Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang
  • Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga
  • Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran
  • Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045
  • UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi
  • Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»OLAHRAGA»Sudahi Penantian Panjang 19 Tahun

Sudahi Penantian Panjang 19 Tahun

OLAHRAGA redaksi20/10/2021 - 14:00 WIB

Sebuah smes lompat menyilang dari sudut kanan lapangan permainan Jonatan Christie yang tak mampu dijangkau pemain Tiongkok, Li Shi Feng, membuat puluhan penonton asal Indonesia berteriak histeris. Suara mereka memenuhi seluruh sudut Ceres Arena, sebuah gelanggang olahraga tertutup berkapasitas 4.394 kursi penonton di kawasan Aarhus Sports Park, pada Minggu (17/10) sore waktu setempat.

Tak berapa lama, belasan orang berseragam serba merah pun berhamburan ke tengah lapangan sambil membawa bendera Merah Putih. Arena olahraga di Aarhus, kota kedua terbesar di Denmark–setelah ibu kota Kopenhagen–menjadi saksi bisu akhir dari sebuah penantian panjang selama 19 tahun bagi tim beregu bulu tangkis Indonesia.

Mereka akhirnya mampu membawa pulang Piala Thomas ke tanah air untuk ke-14 kalinya setelah terakhir merebutnya pada 2002. Saat itu, dalam final di Guangzhou, Tiongkok, Merah Putih yang dimotori Taufik Hidayat dan kawan-kawan menyikat Malaysia dengan skor tipis, 3-2. Indonesia pernah dua kali berpeluang merebut Piala Thomas, namun di partai final 2010 dan 2016 kalah oleh lawan-lawannya.

Pertemuan Indonesia kontra Tiongkok di Aarhus bukan kali pertama. Tercatat sudah enam kali kedua negara kiblat bulu tangkis dunia itu saling mengalahkan pada final perebutan piala yang namanya diambil dari atlet serba bisa Inggris dan juara 21 kali All England, Sir George Alan Thomas.

Dalam lima pertemuan terakhirnya, Tiongkok unggul 3-2 atas Indonesia. Diawali pada final 1982 di London, Indonesia saat itu harus menelan pil pahit dikalahkan pendatang baru Tiongkok dengan skor ketat 4-5. Padahal ketika itu Indonesia merupakan pemegang titel juara tujuh kali nyaris beruntun sejak merebut pertama pada 1958 silam dan hanya terpotong di 1967 kala Malaysia merampasnya.

Pada 1984, Indonesia ganti mengalahkan Tiongkok dengan skor tipis, 3-2. Tiongkok membalas pada partai final di hadapan pendukung Indonesia di Jakarta dua tahun kemudian dengan skor 3-2. Kemudian pada 2000 Indonesia kembali merebut Piala Thomas untuk ke-13 kalinya setelah menaklukkan Tiongkok dengan skor telak, 3-0.

Dengan skor 3-0 itu juga Jonatan Christie dan kawan-kawan berhasil membungkam Tiongkok di Aarhus dan membuat skor pertemuan untuk sementara menjadi imbang 3-3. Indonesia sekaligus menggagalkan upaya Tiongkok menyandingkan Piala Thomas dengan Piala Uber yang sehari sebelumnya berhasil direbut tim beregu putri. He Bing Jiao dan kawan-kawan merebut Piala Uber untuk ke-15 kali setelah sukses menaklukkan Jepang 3-1 di laga final.

Sementara itu, hingga saat ini baru dua negara yang mampu menyandingkan Piala Thomas dan Piala Uber, yaitu Indonesia dan Tiongkok. Indonesia melakukannya pada 1994 dan 1996. Sementara Tiongkok tercatat telah enam kali masing-masing pada 1986, 1988, 1990, 2004, 2008, dan 2012. (indonesia.go.id)

Indonesia juara Piala Thomas
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga

04/06/2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

04/06/2026 - 19:00 WIB

Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

04/06/2026 - 18:55 WIB

UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi

04/06/2026 - 18:52 WIB

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Comments are closed.

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga

04/06/2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

04/06/2026 - 19:00 WIB

Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

04/06/2026 - 18:55 WIB

UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi

04/06/2026 - 18:52 WIB

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.