Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Empat Guru Besar Baru Unair

Empat Guru Besar Baru Unair

KOMUNITAS redaksi17/12/2021 - 15:00 WIB

Menutup tahun 2021, UNAIR kembali mengukuhkan empat guru besar baru di lingkungan Universitas Airlangga. Kegiatan itu dikemas dalam sidang terbuka yang diselenggarakan Pada Rabu (15/12) di Aula Garuda Mukti, Kampus C UNAIR.

Mereka adalah Dr Budi Suprapti Dra MSi Apt dalam bidang Ilmu Farmakokinetika – Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi; Dr Nyoman Anita Damayanti drg MS dalam bidang Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat; Dr Rini Devijanti Ridwan drg MKes dalam bidang Ilmu Biologi Oral, Fakultas Kedokteran Gigi; dan Prof Dr Sutinah Dra MS dalam bidang Ilmu Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof. Nasih mengatakan bahwa guru besar adalah amanah, tugas dan jabatan dan dari semua itu orientasinya adalah untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat manusia.

Dengan adanya tambahan empat guru besar baru akan menambah energi baru. “Harapannya guru besar akan memberikan kontribusi terbaiknya,” ungkapnya.

Dari beberapa ide dan gagasan yang sudah disampaikan, lanjutnya, intinya adalah ikut memuliakan dan mensejahterakan umat di bidang masing-masing. Namun perlu adanya kolaborasi untuk menghasilkan penanganan yang lebih efisien dan efektif.

Menurutnya, tanpa kolaborasi yang baik antar sektor tidak akan ada efektifitas yang akan bekerja. Kolaborasi akan menghasilkan sinergi manakala dalam perumpamaannya satu tambah satu lebih dari dua. Oleh karena itu, dorongan untuk bekerja secara sistematik menjadi kunci dalam penanganan persoalan yang dihadapi bersama.

“Kami berharap proses kolaborasi ini bisa terus dilanjutkan agar permasalahan yang dihadapi cepat terselesaikan,” tegasnya.

Di akhir, menurut Prof Nasih, strategi UNAIR untuk meraih kejayaan masa depan adalah berkontribusi secara signifikan baik lokal, nasional maupun global. Sehingga perlu adanya gerakan dan kolaborasi semua komponen dan unsur yang dimiliki UNAIR untuk bisa memberikan makna bagi kehidupan sesama.

“Saya berharap guru besar yang saat ini dikukuhkan akan lebih berkontribusi lagi pada masa-masa yang akan datang dan tentu berdasarkan dorongan dari semua pihak,” harapnya

Tercatat ada empat guru besar baru yang menyampaikan masing-masing orasinya. Pertama Dr Budi Suprapti Dra M.Si., Apt menyampaikan orasi ilmiahnya tentang “Tantangan Farmasi Klinik dalam Individualisasi Terapi”.

Dijelaskan bahwa selama ini pelayanan kefarmasian masih sering dipersepsi oleh banyak pihak sebagai pelayanan yang hanya berfokus pada pemenuhan obat yang bermutu dan terjangkau.

Secara global, sejak beberapa dekade lalu profesi farmasi telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat bermakna, melewati tiga periode utama farmasi pada abad 20: tradisional (menyiapkan dan mendistribusikan obat), transisional dan tahap pengembangan yang berorientasi kepada pasien.

Kedua Dr Nyoman Anita Damayanti drg MS menyampaikan orasi terkait “Kekuatan Kolaborasi untuk Value Maksimal Program Kesehatan Masyarakat”. Dia menawarkan konsep pentingnya kolaborasi dalam menyelenggarakan program kesehatan, dan upaya penurunan kematian ibu dan bayi dalam memahami bidang kerja keilmuan kesehatan masyarakat yang demikian luas.

Ketiga Dr Rini Devijanti Ridwan drg MKes menyampaikan orasi “Oral Microbiology Dulu, Kini, dan Nanti”. Oral microbiology atau yang turut dikenal juga dengan dental microbiology, adalah ilmu mengenai penyakit di rongga mulut, khususnya yang disebabkan oleh mikroorganisme.

Prof. Rini menuturkan, bahwa kondisi oral atau dental microbiology menjadi penemuan awal adanya mikroba di rongga mulut. Melalui oral atau dental microbiology, maka akan didapatkan bentuk dasar dari mikroorganisme rongga mulut.

Terakhir Prof Dr Sutinah Dra MS menyampaikan orasi “Kapitalisme dan Ancaman Eksploitasi: Upaya Pemenuhan Hak dan Perlindungan Bagi Buruh Outsourcing di Indonesia”.

Menurutnya, di era persaingan usaha yang semakin kompetitif, perusahaan fokus pada pekerjaan yang menjadi bisnis inti (core business). Sedangkan pekerjaan lain yang sifatnya penunjang dilimpahkan ke pihak lain (outsourcing, Red). Ini menjadi strategi perusahaan untuk meningkatkan keuntungan, dan mengembangkan investasi. (ita)

Empat Guru Besar Baru Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.