Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Rumah Ngatemi Tak Lagi Jadi Kandang Sapi

Rumah Ngatemi Tak Lagi Jadi Kandang Sapi

KOMUNITAS redaksi18/04/2022 - 13:00 WIB

Ngatemi (55), warga Dayu Kecamatan Gondangrejo Karanganyar ini tak bisa menutupi rasa harunya. Bagaimana tidak, ia mendapat berkah begitu besar saat Jumat (15/04) lalu, karena rumahnya didatangi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Apalagi, Ganjar datang tak dengan tangan kosong. Ia membawa hadiah yang sangat istimewa, yakni bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Rumah Ngatemi akan dibangun lebih baik lagi. Rumah yang kini juga berfungsi menjadi kandang sapi itu, akan dibangun menjadi lebih baik, sehat, dan nyaman oleh Ganjar.

“Lha kok ana sapine ning jero omah (kok ada sapinya di dalam rumah). Njenengan tinggal di sini?” tanya Ganjar.

Ngatemi mengatakan, sehari-hari ia hidup menumpang di rumah saudaranya. Karena rumah yang ia miliki sudah tak layak huni, dan saat ini dijadikan kandang sapi.

“Nggih numpang pak, wong nggriyane nggih kadhos menika (ya numpang pak, rumahnya saja seperti ini). Rusak pak, bocor,” kata Ngatemi.

Ganjar mengatakan akan membantu pembangunan rumah Ngatemi. Ia juga meminta warga setempat untuk bergotong royong memberikan bantuan pembangunan rumah Ngatemi itu.

“Mangke dibenerke nggih bu (nanti diperbaiki ya bu), kersane nyaman. Cilik ora papa ya (kecil ndak papa ya). Yang penting bersih, sehat,” kata Ganjar.

Ganjar memanggil kepala desa dan perangkat desa setempat untuk mengawal pembangunan rumah Ngatemi. Ia berharap kepala desa bisa menggerakkan warganya untuk bergotong royong.

“Gotong royong ya pak, warganya digerakkan. Terus kalau ada rumah lain yang kondisinya seperti ini, segera laporkan agar bisa dibantu,” ucapnya.

Ngatemi begitu senang karena rumahnya segera diperbaiki. Sudah sejak tiga tahun terakhir, rumahnya itu dijadikan sebagai kandang sapi. “Matur nuwun sanget Pak Ganjar, saya doakan semoga Pak Ganjar selalu sehat dan sukses,” katanya.

Ngatemi mengatakan terpaksa menggunakan rumahnya untuk kandang sapi, karena memang kondisinya sudah rusak. Selain itu, sapi yang ia pelihara itu juga rencananya akan dijual untuk pembangunan rumah.

“Sapinya ditaruh sini karena ndak ada tempat lain. Rencana kangge ndamel omah (rencana untuk buat rumah). Alhamdulillah ini dapat bantuan dari Pak Ganjar, jadi nanti sapinya dijual buat tambah-tambah,” pungkasnya.

Program renovasi RTLH memang menjadi konsen Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pada 2022 ini, dari APBD Provinsi Jateng dialokasikan renovasi 11.417 rumah warga miskin.

Selama ramadan, Ganjar rajin blusukan ke daerah-daerah untuk memberikan bantuan bedah rumah secara langsung. Selain ke Karanganyar, hari ini Ganjar juga memberikan bantuan RTLH kepada salah satu warga di Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. (hms)

Rumah NGatemi Tak Lagi Jadi Kandang Sapi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.