Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Program Dandan Omah Libatkan Warga MBR

Program Dandan Omah Libatkan Warga MBR

KOMUNITAS redaksi09/09/2022 - 13:00 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui program Dandan Omah atau Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menargetkan 800 unit rumah dengan prioritas Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yang tersebar di 154 kelurahan. Sebab, lewat program tersebut, pemkot turut melibatkan warga sekitar, seperti yang dilakukan di Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes Kota Surabaya.

Camat Tandes Kota Surabaya, Ahmad Yardo Wifaqo menjelaskan bahwa program Dandan Omah di wilayahnya Kelurahan Karangpoh menyasar 10 unit rumah dengan 5 unit yang telah selesai. Bahkan, para pekerja bangunan (tukang) yang dilibatkan adalah warga MBR sekitar.

“Kalau warga ekonomi tidak mampu dan harus memikirkan rumah yang tidak layak, ini menjadi beban. Maka inilah yang menjadi intervensi oleh Pemkot Surabaya, Alhamdulillah sudah sangat terbantu karena sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Yardo sapaan lekatnya, Selasa (06/09).

Ia berharap, para penerima manfaat bisa mulai melakukan aktivitas lainnya untuk meningkatkan taraf hidup. Karenanya, seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT/RW, LPMK, hingga Kader Surabaya Hebat (KSH) bisa bergotong-royong untuk saling memberikan informasi tentang keadaan masyarakat sekitarnya.

“Tidurnya enak dan keluarganya bisa tertampung. Kemudian tugas kita dan semua elemen masyarakat bisa membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara ekonomi, dengan membantu orang tetangga terdekat,” ujarnya.

Lokasi 5 unit rumah yang telah selesai tersebut berada di RW 1, ada 3 unit rumah dan di RW 2 ada 2 unit rumah. Dengan total 10 unit rumah di Kelurahan Karangpoh Kota Surabaya yang diusulkan pada program Dandan Omah. “Targetnya tahun ini selesai semua, karena sudah antrian untuk kami usulkan di tahun depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LMPK Kelurahan Karangpoh Kota Surabaya, Dwi Siswanto mengatakan bahwa program yang digeber oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah terselesaikan 5 unit rumah dari 10 unit yang diusulkan. Penerima manfaat tersebut merupakan warga yang masuk dalam kategori MBR.

“Pak Walikota Juga menginginkan adanya pergerakan ekonomi dan melibatkan masyarakat. Mulai tukang dan pembantu tukangnya adalah MBR yang dibayar. Bahkan, ada yang rumahnya dibangun dan dia menjadi tukang, begitu pula dengan bahan material yang dibeli dari toko material setempat,” kata Dwi.

Dwi menjelaskan, untuk pengerjaan satu unit rumah dilakukan oleh 2 tukang dan 3 pembantu tukang. Sedangkan untuk maksimal waktu pengerjaan, Pemkot Surabaya menargetkan selesai dalam waktu 20 hari dengan dana yang dianggarkan sebesar Rp 35 juta untuk satu unit rumah. Yakni, dengan prioritas kerusakan pada atap, lantai, dinding, dan jamban.

“Alhamdulillah pas, terkadang malah cepat selesai, hanya 18 hari. Rumah yang tidak layak dihuni, akan dikerjakan secara bergiliran dan kami juga berharap, Pak Walikota bisa menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada penerima manfaat,” ujarnya

Sebab, menurutnya, melalui program Dandan Omah tersebut, dinilai telah memberikan berbagai manfaat bagi warga. Karena, rumah tersebut bisa layak huni untuk masyarakat yang membutuhkan, sekaligus bisa melibatkan masyarakat sekitar. “Penghuni senang, kami senang, Pemkot Surabaya juga senang, karena program ini sangat bermanfaat bagi warga,” ujar dia.

Terpisah, Mbah Djuriah (77) salah satu penerima manfaat Dandan Omah di RW 02 Kelurahan Karangpoh tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, saat rumahnya selesai dilakukan pengerjaan. Bahkan, ia tak kuasa membendung air matanya saat menceritakan keadaan rumahnya.

“Iya (sekarang) sudah bagus, saya juga senang sudah tidak banjir. Banjirnya segitu (tinggi), saya kalau nguras sampai pegal dan sakit semua. Sekarang sudah tidak bocor, rumah ini umurnya sudah tua, saya tinggal disini sejak tahun 1980-an. Jadi sudah waktunya diperbaiki, tapi saya tidak bisa,” ucap Mbah Djuriah sambil mengusap air matanya.

Karenanya, ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan jajaran Pemkot Surabaya yang telah memperbaiki rumahnya. “Dulu sedih karena kepikiran banjir, sekarang keadaanya sudah lebih baik dan lebih nyaman, serta lebih bersih karena bisa mengurangi nyamuk. Terima kasih Pak Wali Kota Eri, terima kasih Pemkot Surabaya, semoga diberikan kesehatan dan berkah,” katanya.

Senada dengan Mbah Djuriah, Mustabiah (50) penerima manfaat program Dandan Omah di RW 02 Kelurahan Karangpoh Kota Surabaya mengaku, bahwa dulu rumahnya mengalami banyak kerusakan. Rumah yang dihuni sejak 1970 an ini, akhirnya mendapat perbaikan mulai dari atap yang akan roboh, dinding yang lapuk, hingga perbaikan jamban.

“Dulu tidak layak, sekarang sudah Alhamdulillah bagus. Saya bersyukur kepada Allah karena sudah memberikan rezeki melalui Pemkot Surabaya. Terima kasih kepada Pak Walikota, semoga Allah yang membalas semuanya, diberikan kesehatan dan rezeki,” pungkasnya. (ita)

Program Dandan Omah Libatkan Warga MBR
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.