Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Usia 63 Tahun Jadi Sarjana ITS

Usia 63 Tahun Jadi Sarjana ITS

PERISTIWA redaksi30/09/2022 - 14:00 WIB

Menuntut ilmu adalah perihal keberanian menginjakkan langkah pertama. Hal inilah yang diyakini Aditya Sutantio, wisudawan tertua pada Wisuda ke-126 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Wisudawan Departemen Teknik Sipil ini berhasil menamatkan studi doktoralnya di usia 63 tahun 4 bulan dan resmi diwisuda pada Minggu (25/09).

Melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor awalnya tak pernah ada dalam benak pria yang akrab disapa Adit ini. Dirinya yang sejak lulus dari jenjang sarjana telah berkecimpung di dunia konstruksi memilih untuk fokus pada pekerjaan di lapangan dan menjalankan berbagai proyek. Mulai dari jembatan, bendungan, hingga perumahan di pelosok Bali dan Nusa Tenggara.

Namun takdir berkata lain. Usai menamatkan pendidikan magisternya di Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) ITS 2009 silam, ia didaulat menjadi salah satu pengajar di SIMT ITS.

Meski di usia yang tak lagi muda, tuntutan menjadi pendidik menggerakkan hatinya untuk kembali mengenyam pendidikan. “Hal ini pun tak lepas dari peran Prof Yulinah, salah satu guru besar yang kerap mendorong saya,” tutur sosok kelahiran Rembang 1959 ini.

Bagi Adit, menjalani pendidikan doktoral dengan kondisi fisik yang tak sebugar dulu menjadi tantangan yang luar biasa, bahkan pernah hampir membuatnya menyerah. Ia berujar, terkadang cukup sulit untuk dapat membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan yang tak sedikit.

“Namun kebersamaan dengan mahasiswa doktoral lainnya membuat tugas yang dikerjakan terasa lebih ringan, kami juga sering belajar bersama,” ujarnya tersenyum.

Tak hanya persoalan waktu, Bapak dua anak ini juga pernah terkendala dengan tuntutan untuk menghasilkan publikasi ilmiah internasional yang kelak dijadikan disertasi. “Publikasi ini sangat menantang bagi saya. Diperlukan ketekunan, kecermatan, dan kemampuan untuk menulis bahasa Inggris yang benar,” ungkapnya.

Namun dukungan sang istri serta para pembimbing, Alm Prof Dr Ir Nadjadji Anwar MSc, Ir I Putu Artama Wiguna MT PhD, serta Prof Erma Suryani ST MT PhD membuat Adit terus berjuang meski telah mengalami empat kali penolakan publikasi.

Mengangkat topik disertasi tentang konstruksi berkelanjutan, pada awal tahun 2022 akhirnya ia pun berhasil menerbitkan dua publikasi internasional sekaligus.

Dalam penelitiannya, Adit mengungkapkan keprihatinan terhadap masih jauhnya prospek pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Ia pun mengembangkan dynamic model, sebuah sistem di mana setiap variabelnya saling mempengaruhi. “Dalam kasus penelitian saya, diukur peningkatan konstruksi keberlanjutan dari pengurangan dampak lingkungan yang telah dilakukan,” terangnya.

Penyuka traveling ini pun berharap, ke depannya penelitian tersebut dapat secara perlahan dimanfaatkan para pengembang properti untuk mulai menggunakan material-material yang ramah lingkungan. Hal tersebut dapat diterapkan dengan memakai kembali material buangan serta desain bangunan yang lebih hemat energi.

“Tentunya dibutuhkan pula kesadaran kolektif semua pihak agar kehidupan generasi selanjutnya dapat lebih baik,” ujarnya mengingatkan.

Merasakan berbagai keterbatasan dalam menjalankan pembangunan di daerah pelosok hingga berhasil menyelesaikan studi doktoral di usia yang tak lagi muda, membuat Adit berpesan kepada generasi muda untuk menjalani setiap proses pendidikan dengan penuh rasa syukur.

“Seperti naik gunung, mencapai puncak itu hanya bonus. Yang terpenting adalah nikmati proses dan jalani dengan keikhlasan,” pungkasnya. (ita)

Usia 63 Tahun Jadi Sarjana ITS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.