Usai meresmikan Bendungan Sadawarna, Kabupaten Sumedang, pada Selasa (27/12), Presiden Joko Widodo berdialog dengan sejumlah petani yang ada di sekitar bendungan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyaksikan penyerahan simbolis traktor dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada para petani.
Para petani pun menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR. Namun, tiba-tiba Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajukan pertanyaan kepada petani tersebut.
“Tahu singkatan PUPR enggak?” tanya Ridwan Kamil. “Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat,” jawab salah seorang petani.
“Kalau Menteri ATR/BPN singkatannya apa? Ini pak menterinya ada,” tanya kembali Ridwan Kamil. “Aparatur Tinggi Rakyat,” jawab seorang petani dengan salah.
“Kalau ada yang tahu, 100 ribu nih,” ucap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. “Aparatur Tinggi Negara,” jawab petani dengan salah. “Dinaikkan 1 juta,” ujar Presiden memberi motivasi kepada petani agar dapat menjawab dengan benar.
“Badan Pertanahan Nasional, Agraria dan Tata Ruang,” ucap salah seorang petani. “1 juta dari Pak Presiden, jangan dibelanjakan, dipigura saja,” ujar Ridwan Kamil disambut gelak tawa para petani.
Petani yang berhasil menjawab kuis dadakan dari Presiden tersebut adalah Asroni, petani dari Kabupaten Subang. Asroni mengaku sangat bahagia dapat menjawab pertanyaan tersebut dan mendapatkan hadiah.
“Alhamdulillah senang, selain uang dapat juga traktor sebagai kenang-kenangan. Terima kasih Pak Presiden dan jajaran kementerian Indonesia,” ucap Asroni.
Asroni juga mengungkapkan bahwa ia tidak menyangka dan tidak memiliki firasat apapun akan mendapatkan hadiah tersebut. Menurutnya, hadiah tersebut akan diserahkan kepada perkumpulan petani pemakai air (P3A) untuk kemanfaatan bersama. “Kesejahteraan petani lebih meningkat,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, petani lain mengaku khawatir dengan masa depan sektor pertanian apabila tidak ada regenerasi petani mulai dari sekarang. Bahkan, petani tersebut khawatir dirinya yang saat ini berusia 29 tahun menjadi generasi terakhir. “Takut anaknya enggak mau jadi petani?” tanya Ridwan Kamil.
“Iya, karena ngelihat yang lainnya gitu pak. Jadi ya udahlah kamu jadi apa, jadi apa. Kadang-kadang nanya anak enggak ada yang mau jadi petani kan pak, maunya polisi, gubernur,” jawab petani tersebut.
Presiden Jokowi mengakui anak muda saat ini lebih memiliki kecenderungan untuk melakukan budidaya tanaman kebun daripada pertanian. “(Anak muda) senangnya biasanya ke melon, jagung, hidroponik gitu-gitu,” kata Presiden Jokowi.
Turut mendampingi Presiden saat berdialog dengan para petani yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto. (sak)

